Monday, February 26, 2024
Depan > Kesehatan > IDI Gelar Seminar New IDI In New Era

IDI Gelar Seminar New IDI In New Era

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pasca dilantik oleh Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur dr. Hendro Soelistijono, IDI Cabang Kabupaten Probolinggo menggelar seminar dengan tema “New IDI in New Era” di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (26/2/2022) pagi.

Seminar yang diikuti oleh seluruh anggota IDI baik langsung maupun virtual zoom ini menghadirkan 3 (tiga) orang narasumber. Meliputi Ketua President Elect PB IDI dr. Muh. Adib Khumaidi Tentang IDI Menjawab Tantangan Masa Depan, Ketua IDI Wilayah Jawa Timur dr. Sutrisno Tentang Dinamika Profesi Dokter di Era JKN, Tantangan dan Solusi Kedepan serta Dewan pakar Covid IDI Jawa Timur dr. Agung Dwi Wahyu Widodo Tentang Update on Omicron Variant.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Nurdiana Timbul Prihanjoko, jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Direktur RSUD Tongas dan Direktur RS swasta se-Kabupaten Probolinggo serta Ketua Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan.

Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo dr. Hj. Yessy Rahmawati mengungkapkan jumlah dokter di Kabupaten Probolinggo adalah 143 orang. Jumlah ini merupakan yang paling sedikit di Jawa Timur. Untuk Kabupaten Probolinggo dengan jumlah penduduk 1 jutaan, sehingga 1 dokter harus melayani 8000 penduduk. Hal masih belum sesuai dengan aturan WHO.

“Harapan kami ke depan jumlah dokter dapat bertambah. Setidaknya ada upaya-upaya strategis Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan sumber daya kesehatan dan layanan kesehatan untuk masyarakat di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Yessy menerangkan sesuai dengan visi misi IDI Kabupaten Probolinggo akan diupayakan dan mewujudkan upaya untuk menjadikan dokter di Kabupaten Probolinggo menjadi dokter yang profesional, handal, responsive dan sejahtera.

Sementara Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengatakan pada pandemi Covid-19, dokter Indonesia berhasil mendemonstrasikan sikap nasionalismenya, berjuang bersama-sama melawan Covid-19. Ini refleksi nasionalisme yang harus dipelihara.

“Ke depannya akan banyak ancaman yang membutuhkan spirit nasionalisme. Kalau dokter Indonesia tidak mengedepankan nasionalisme, ancaman ini akan menggulung negeri ini. Ini menjadi tugas penting IDI, menjaga nasionalisme dokter,” katanya.

Plt Bupati Timbul menegaskan, dokter harus terus meningkatkan kualitasnya. Apalagi di era 4.0, di saat loncatan teknologi mengubah segalanya. Dokter tidak boleh tersandera oleh traditional minded, tetapi harus memiliki digital minded.

“Mereka perlu memiliki soft skill, semisal melek komputer, menguasai bahasa asing dan berkolaborasi. Tanpa soft skill ini mereka mudah tergilas. Apalagi pasien makin pintar. Masyarakat pun semakin kritis terhadap dokter,” jelasnya.

Menurut Plt Bupati Timbul seluruh dokter bersama IDI perlu bersinergi dalam rangka peningkatan standar pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya dengan terus menjadikan IDI sebagai rumah besar semua dokter di Kabupaten Probolinggo. “Rumah tempat kembali dan bernaung bagi semua anggota dokternya. Rumah besar tanpa sekat-sekat,” pungkasnya. (wan)