GENDING – Puskesmas Gending berkolaborasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Gending dan Koordinator Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Gending menggelar edukasi kesehatan bagi santriwati di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah Desa Jatiadi Kecamatan Gending, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 400 santriwati tersebut dihadiri oleh Camat Gending Winda Permata Erianti, Kepala Puskesmas Gending dr. Pungki Ariyanti beserta jajaran pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Jannah.
Edukasi kesehatan ini menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo. Para santriwati mendapatkan materi mengenai pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah (Fe), menjaga kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan melalui Active Case Finding (ACF) untuk deteksi dini tuberkulosis (TBC) serta edukasi pencegahan pernikahan dini.
Kepala Puskesmas Gending dr. Pungki Ariyanti mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun kesadaran remaja putri terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini sebagai bekal menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan saat kehamilan, tetapi harus dimulai sejak remaja melalui pemenuhan gizi yang baik, pencegahan anemia serta peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi,” ungkapnya.

Menurut Pungki, melalui kegiatan ini pihaknya ingin meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para santriwati tentang pentingnya menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi seimbang serta mencegah stunting sejak usia remaja. “Dengan kondisi kesehatan yang baik, mereka akan menjadi generasi perempuan yang sehat dan siap melahirkan generasi yang berkualitas di masa depan,” terangnya.
Sementara Camat Gending Winda Permata Erianti menegaskan edukasi kesehatan kepada remaja putri menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus mempertahankan capaian Kecamatan Gending sebagai wilayah dengan angka stunting terendah di Kabupaten Probolinggo.
“Alhamdulillah hari ini telah dilaksanakan edukasi dan sosialisasi kesehatan bagi sekitar 400 santriwati di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah. Kami menghadirkan Kepala Puskesmas Gending beserta tim untuk memberikan edukasi tentang pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah (Fe), menjaga kesehatan reproduksi perempuan serta melakukan pemeriksaan kesehatan melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya kasus tuberkulosis (TBC),” katanya.
Selain edukasi kesehatan, para santriwati juga mendapatkan pembekalan mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga dan pentingnya menghindari pernikahan dini yang belum dipersiapkan secara matang. Materi tersebut disampaikan oleh Koordinator PLKB Kecamatan Gending sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
“Kami ingin para santriwati tidak hanya menjadi pribadi yang sholehah, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan diri dan kesehatan reproduksi. Mereka harus tetap bisa meraih cita-cita setinggi mungkin dengan mempersiapkan masa depan secara bijaksana, termasuk menghindari pernikahan dini yang tidak direncanakan,” jelasnya.

Winda berharap seluruh santriwati dapat menerapkan kebiasaan hidup sehat, rutin mengonsumsi tablet tambah darah dan terus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri sebagai investasi penting untuk masa depan.
“Insya Allah seluruh kegiatan ini memiliki tujuan yang sama untuk menjaga agar angka stunting di Kecamatan Gending tetap rendah. Alhamdulillah hingga saat ini, bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Kecamatan Gending masih menjadi kecamatan dengan angka stunting terendah di Kabupaten Probolinggo. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh santriwati,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
