Thursday, October 8, 2026
Depan > Kesehatan > Dua Rumah Sakit Swasta Dukung UHC Prioritas dengan Daftarkan Warga Rentan JKN

Dua Rumah Sakit Swasta Dukung UHC Prioritas dengan Daftarkan Warga Rentan JKN

KRAKSAAN – Upaya menjaga status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas di Kabupaten Probolinggo terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Dua rumah sakit swasta di wilayah Kecamatan Kraksaan turut ambil bagian dengan mendaftarkan masyarakat rentan di sekitar lingkungan rumah sakit sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Kolektif.

Dua rumah sakit tersebut adalah RS Graha Sehat yang mendaftarkan sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK) atau 46 jiwa serta RSIA Fatimah yang mendaftarkan sebanyak 10 KK atau 23 jiwa.

Langkah ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap target UHC Prioritas sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 yang menetapkan cakupan kepesertaan JKN minimal 98,6 persen dan tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen.

Berdasarkan data per 1 Mei 2026, Kabupaten Probolinggo berhasil mencatatkan capaian kepesertaan UHC sebesar 99,63 persen dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 85,32 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Probolinggo telah melampaui target nasional baik dari sisi cakupan maupun keaktifan peserta.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Probolinggo Muh. Farid Zaini mengapresiasi kepedulian rumah sakit swasta yang telah berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan program UHC Prioritas melalui pendanaan kepesertaan masyarakat rentan.

“Partisipasi RS Graha Sehat dan RSIA Fatimah ini merupakan contoh nyata sinergi antara fasilitas kesehatan dengan pemerintah dalam menjaga UHC Prioritas di Kabupaten Probolinggo. Dengan mendaftarkan masyarakat rentan di sekitar rumah sakit sebagai peserta JKN segmen PBPU Kolektif, mereka telah membantu memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Probolinggo Muh. Farid Zaini saat berada di RS Graha Sehat. (Foto : BPJS Kesehatan)

Farid berharap langkah serupa dapat diikuti oleh fasilitas kesehatan maupun badan usaha lainnya di Kabupaten Probolinggo melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami mengajak seluruh fasilitas kesehatan dan badan usaha di Kabupaten Probolinggo untuk turut berperan aktif menjaga capaian UHC Prioritas dengan menyisihkan sebagian alokasi dana CSR guna mendaftarkan masyarakat rentan di sekitar lingkungan usahanya sebagai peserta JKN. Semakin banyak pihak yang terlibat, maka semakin kuat perlindungan kesehatan bagi masyarakat dan semakin terjaga pula keberlanjutan program UHC di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Menurut Farid, kolaborasi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan dan dunia usaha menjadi kunci dalam mempertahankan capaian UHC sekaligus memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terkendala biaya.

“Keberhasilan menjaga UHC bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Kami optimistis dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi, Kabupaten Probolinggo dapat terus mempertahankan capaian UHC Prioritas dan memberikan jaminan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info