Thursday, October 8, 2026
Depan > Berita Terkini > DP3AP2KB Gelar Orientasi Tim Pendamping Keluarga

DP3AP2KB Gelar Orientasi Tim Pendamping Keluarga

Reporter : Syamsul Akbar
LECES – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo menggelar orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) tahun 2023 di Pendopo Kecamatan Leces pada 11 dan 13 Maret 2023.

Kegiatan yang mengambil tema “Penguatan Kompetensi Tim Pendamping Keluarga di 10 Desa se-Kecamatan Leces dalam Upaya Penurunan Angka Stunting di Kecamatan Leces” ini diikuti oleh 132 orang yang terbagi dalam 2 gelombang masing-masing diikuti 66 orang terdiri dari bidan desa, kader posyandu dan kader PKK desa sebagai Tim Pendamping Keluarga Desa di Kecamatan Leces.

Orientasi Tim Pendamping Keluarga ini dihadiri oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto, Camat Leces Rachmad Hidayanto dan Ketua TP PKK Kecamatan Leces dan Koordinator KB Kecamatan Leces.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoeljanto mengatakan pentingnya peningkatan kompetensi TPK desa diantaranya pemahaman tentang tugas, validasi dan verifikasi keluarga berisiko stunting. “Lalu cara pendampingan terhadap calon pengantin, remaja usia subur, ibu hamil dan ibu menyusui, pasca melahirkan, balita nol sampai sembilan bulan,” ujarnya.

Anang mengharapkan dengan kegiatan orientasi TPK ini, TPK desa dapat mengetahui tupoksi dan melaksanakan pendampingan dengan baik. “Intinya mendukung program pemerintah dalam hal ini tentang percepatan penurunan angka stunting dan pencegahan stunting di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sementara Camat Leces Rachmad Hidayanto mengatakan penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa dibebankan ke pemerintah saja, tetapi perlu peran aktif dari masyarakat serta seluruh stakeholder yang ada, baik puskesmas, tenaga kesehatan desa, kader posyandu/PKK, kader posyandu/PKK, pemerintah desa, tokoh agama/tokoh masyarakat karena masalah stunting adalah masalah nasional, sebab hal itu menyangkut masa depan generasi penerus.

“Semua harus saling bahu membahu dalam upaya percepatan penurunan stunting sesuai arahan Wakil Bupati Probolinggo serta instruksi Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto yang dikemas dalam bingkai Bus Patas. Artinya semua perlu sinergi, tindaklanjut action dan berharap penurunan stunting dapat dituntaskan,” katanya. (wan)