Depan > Berita Terkini > Disperindag Fasilitasi Permodalan Pedagang Pasar dengan Perbankan

Disperindag Fasilitasi Permodalan Pedagang Pasar dengan Perbankan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo memfasilitasi permodalan pedagang pasar dengan perbankan. Hal ini diawali dengan penandatanganan kesepatan kerja sama antara Bank Mandiri Micro Cluster Probolinggo dengan Pasar Semampir Kecamatan Kraksaan.

Kesepakatan kerja sama antara Bank Mandiri dengan Pasar Semampir ini potensinya ada sekitar 2000 pedagang aktif. Nantinya semua pedagang akan dibuatkan QRis dan TabMu. Pegawai retribusi pasar akan menjadi agen BB Bank Mandiri. Semua pedagang nantinya berkesempatan mengakses potensi KUR Sumi, KUR Mikro dan KUR Kecil.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh Natsir mengatakan kesepakatan kerja sama antara Bank Mandiri dengan Pasar Semampir ini bertujuan untuk membantu memenuhi permodalan para pedagang sehingga perekonomian bisa berjalan.

“Untuk limit pinjaman dibawah Rp 5 juta tidak memerlukan agunan dan cukup dengan rekomendasi kepala pasar. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada pengajuan lebih dari Rp 5 juta maka akan mengikuti ketentuan berupa agunan aset,” katanya.

Menurut Natsir, kesepakatan kerja sama antara Bank Mandiri Micro Cluster Probolinggo dengan Pasar Semampir ini dilakukan untuk memfasilitasi Kredit Modal Kerja dengan skema KUR dan digitalisasi keuangan pedagang di Pasar Semampir.

“Ini adalah tonggak dan awal untuk memberi kemudahan permodalan dan transaksi digital pedagang pasar. Ke depannya 32 pasar kelolaan Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan menggunakan jasa layanan perbankkan lewat Bank Mandiri yang tersebar di wilayah Probolinggo,” jelasnya.

Nasir menerangkan kerja sama dengan Bank Mandiri ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi pedagang pasar untuk mendapatkan permodalan. Tidak hanya itu saja, upaya ini merupakan strategi supaya pedagang yang ada di pasar ini membiasakan untuk menabung.

“Kita ingin memfasilitasi pedagang pasar agar familiar dengan perbankan dan membiasakan untuk menabung. Paling tidak nantinya pedagang setiap hari bisa menabung kepada petugas pasar. Sehingga angsuran yang harus dibayarkan pedagang bisa diambilkan dari tabungannya,” terangnya.

Melalui kerja sama ini jelas Natsir, pedagang pasar bisa langsung mengajukan pinjaman permodalan maksimal hingga Rp 200 juta dengan agunan. Setidaknya nanti pedagang pasar tidak bingung untuk mendapatkan pinjaman permodalan karena sudah familiar dengan perbankan.

“Kalaupun tidak butuh pinjaman modal, pedagang pasar cukup dengan menabung setiap hari kepada petugas retribusi pasar. Namun tidak ada pedagang pasar yang tidak butuh modal. Hanya saja nanti besaran pinjamannya yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya,” tegasnya.

Natsir mengharapkan dengan adanya kerja sama ini pedagang tidak kesulitan untuk mendapatkan pinjaman permodalan dan bisa gemar menabung setiap hari dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian pedagang pasar.

“Biasanya kalau sudah banyak yang menabung, Bank Mandiri ini tidak segan-segan untuk memberikan CSR kepada Pasar Semampir. Bisa berupa tempat sampah maupun papan tulisan pasar. Marilah pedagang pasar membiasakan diri untuk menabung kepada Bank Mandiri melalui petugas yang ada di pasar,” tambahnya.

Sementara Kepala Pasar Semampir Joeli Santoso sangat mengapresiasi kerjasama keuangan dengan Bank mandiri. “Semoga kemudahan transaksi ini dapat memudahkan pedagang dalam menabung atau Kredit Modal Kerja KUR sehingga bisnis pedagang di Pasar semampir dapat berkembang dengan baik,” katanya.

Selain dengan Pasar Semampir Kecamatan Kraksaan, perjanjian kesepakatan kerja sama Bank Mandiri ini juga dilakukan dengan Pasar Bayeman Kecamatan Tongas. Saat ini kedua pasar tersebut akan dijadikan sebagai pilot project sebelum nantinya akan diterapkan di seluruh pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo. (wan)