Friday, May 24, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Disnaker dan Perusahaan Teken MoU Menerima Hasil Program Pelatihan Kerja

Disnaker dan Perusahaan Teken MoU Menerima Hasil Program Pelatihan Kerja

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo bersama perusahaan melakukan penandatanganan (teken) nota kesepahaman bersama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) terkait dengan kerja sama menerima dan mempekerjakan hasil program pelatihan kerja di D’Bell Pepper Café Probolingo, Rabu (1/3/2023).

Penandatanganan MoU program pelatihan kerja ini dilakukan oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro dengan perwakilan 11 perusahaan yang ada di Kabupaten/Kota Probolinggo.

Turut mendampingi Sekretaris Disnaker Iin Kasiani, Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Bagus Abdul Goffur dan Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Disnaker Mimik Indrawati.

Kegiatan yang digagas oleh Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo ini diawali dengan pemaparan sejumlah program-program pelatihan kerja yang akan dilakukan oleh Disnaker Kabupaten Probolinggo ke depan. Sekaligus peningkatan pelayanan dan kemudahan perijinan bagi investor yang akan masuk di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan sejumlah program-program pelatihan kerja yang akan dilakukan oleh Disnaker Kabupaten Probolinggo ke depan. Sekaligus peningkatan pelayanan dan kemudahan perijinan bagi investor yang akan masuk di Kabupaten Probolinggo.

Perjanjian kerjasama yang berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun ini dimaksudkan sebagai dasar melakukan kerjasama yang sinergi dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia. Tujuannya untuk menciptakan tenaga kerja terampil dan kompeten.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro mengatakan penandatanganan MoU antara Disnaker Kabupaten Probolinggo dengan perusahaan ini baru dilakukan tahun 2023.

“Kita berusaha untuk mencari patner yang bisa mendampingi program-program pelatihan kerja. Kita ingin menggandeng beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten dan Kota Probolinggo,” katanya.

Menurut Doddy, selama tahun 2021 dan 2022 ada sekitar 6 (enam) perusahaan yang sudah bangkrut atau gulung tikar. Dari situ ada beberapa karyawan yang terkena PHK dan beberapa karyawan yang tidak bekerja.

“Tetapi dengan adanya MoU ini harapannya mereka akan dilatih dan diterima oleh perusahaan. Tentunya pelatihan tersebut sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing perusahaan tersebut. Dengan demikian perusahaan itu mau menerima setelah diberikan pelatihan,” jelasnya.

Doddy menjelaskan dengan adanya MoU terkait dengan program pelatihan kerja ini akan banyak tenaga kerja yang bisa direkrut oleh perusahaan. Nantinya jika ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja bisa disosialisasikan ke desa bahwa ada lowongan kerja di perusahaan.

“Rata-rata perusahaan itu kalau menerima tenaga kerja adalah yang mempunyai keahlian. Kalau tidak mempunyai keahlian, paling tidak semua bisa diterima oleh perusahaan. Oleh karena itulah makanya akan dilatih terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” terangnya.

Terkait dengan perijinan Doddy menegaskan bahwa selama ini Pemerintah Daerah sudah memberikan kemudahan. Tetapi kalau ada kesulitan pihaknya akan siap untuk memfasilitasi dan menyampaikan kekurangan-kekurangan yang ada.

“Melalui MoU ini harapannya masyarakat yang menganggur bisa dilatih dan dipekerjakan di perusahaan. Mudah-mudahan semua bisa diterima kerja di perusahaan sehingga tidak ada yang menganggur. Paling tidak mereka yang dilatih ini bisa langsung diterima kerja oleh perusahaan,” pungkasnya. (wan)