Reporter : Syamsul Akbar
GENDING – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar penulisan buku cerita rakyat daerah guna menunjang literasi di Kabupaten Probolinggo, Rabu dan Kamis (7-8/6/2023) di SDN Gending 2 Kecamatan Gending.
Penulisan buku cerita rakyat daerah ini diikuti oleh 25 orang guru Sekolah Dasar (SD) di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya mereka tergabung dalam Tim Penulis Buku Cerita Rakyat Daerah Penunjang Literasi Kabupaten Probolinggo.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Analis Kebijakan Muda Like Widyawati mengatakan penulisan buku cerita rakyat daerah ini bertujuan mengajak guru-guru untuk berlatih menulis. Ternyata di Kabupaten Probolinggo banyak hal yang perlu dituliskan.
“Dimana para penulis kita ajak kumpul bersama dalam rangka membuat kerangka dasar bagaimana cara menulis yang baik dan benar sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sekaligus untuk mengangkat kembali cerita-cerita yang ada di Kabupaten Probolinggo dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Menurut Like, guru-guru dari 24 kecamatan ini diminta masing-masing bisa menghasilkan karya terbaik berupa asal usul cerita daerah setempat ataupun kebiasaan-kebiasan yang menjadi tradisi di suatu tempat atau di daerah masing-masing di 24 kecamatan.
“Harapannya anak-anak kita dapat gemar membaca dan buku ini kaitannya dengan pendidikan dapat menunjang literasi pada anak-anak kita mulai dari kelas awal sampai kelas tinggi dengan sasaran adalah sekolah dasar,” harapnya.
Like menjelaskan penulisan buku cerita rakyat daerah tahun ini merupakan tahap kedua. Kalau tahun yang lalu sudah mendapatkan buku cerita yang berjudul Bunga Rampai. Dimana dihasilkan oleh guru-guru di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
“Sekarang kita gerakkan kembali dari 24 kecamatan ini kita minta kembali untuk menghasilkan karya dari 24 kecamatan. Jadi ini tahapan kedua untuk menghasilkan sebuah karya khususnya pada buku cerita rakyat daerah,” pungkasnya. (wan)
