Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Diperta Minta Tingkatkan Kesiapsiagaan Kewaspadaan PMK Gelombang Kedua

Diperta Minta Tingkatkan Kesiapsiagaan Kewaspadaan PMK Gelombang Kedua

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo meminta kepada para pelaku usaha agar meningkatkan kewaspadaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) gelombang kedua. Peningkatan kesiapsiagaan kewaspadaan PMK gelombang kedua ini bukan hanya dilakukan di Kabupaten Probolinggo saja, tetapi seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

“Saat ini telah terjadi peningkatan kasus PMK pada beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur pada awal bulan Januari 2023. Hal itu berdasarkan surat Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur perihal kesiapsiagaan darurat PMK dan persiapan pelaksanaan vaksinasi PMK di Jawa Timur tahun 2023,” kata Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nikolas Nuryulianto.

Niko menjelaskan peningkatan kesiapsiagaan kewaspadaan PMK gelombang kedua ini dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi PMK kepada ternak yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Pemberian vaksinasi PMK ini merupakan upaya memberikan kekebalan kepada ternak untuk melawan virus. Vaksinasi PMK adalah salah satu cara mencegah tertular virus dan menurunkan biaya pengobatan ternak,” katanya.

Sesuai analisis kesehatan hewan jelas Niko, Indonesia akan bebas PMK pada tahun 2035 asalkan vaksinasinya rutin setiap 6 (enam) buan sekali. “Oleh karena itu kami berharap agar para pelaku usaha berpartisipasi untuk mensukseskan vaksinasi PMK. Ternak yang terpapar PMK gelombang kedua ini adalah ternak yang sama sekali belum diberi vaksinasi PMK,” jelasnya.

Niko menerangkan, hingga 11 Januari 2023 populasi sapi potong di Kabupaten Probolinggo mencapai 238.893 ekor, populasi sapi perah mencapai 7.384 ekor, populasi domba mencapai 66.988 ekor, populasi kambing mencapai 47.783 ekor dan populasi babi mencapai 2.000 ekor.

“Untuk capaian vaksinasi PMK di Kabupaten Probolinggo pada tahap 1 sebanyak 8.816 ekor, tahap 2 sebanyak 10.486 ekor, tahap 3 sebanyak 24.394 ekor dan tahap 4 baru mencapai 516 ekor karena baru mulai awal Januari 2023. Untuk tahap 4 kita mendapatkan alokasi vaksin PMK sebanyak 34.000 dosis. Jika dihitung keseluruhan, capaian vaksinasi PMK di Kabupaten Probolinggo baru mencapai 18,50 persen,” terangnya.

Awal Pebruari 2023 terang Niko, Jawa Timur akan mendapatkan alokasi sebanyak 2,5 juta dosis vaksin PMK dari pusat. Nantinya, 500 ribu dosisnya akan disimpan di Jawa Timur dan 2 juta dosisnya akan dialokasikan ke 38 kabupaten/kota sesuai dengan jumlah populasi.

“Untuk Kabupaten Probolinggo sendiri masih belum tahu nanti akan mendapatkan berapa dosis vaksin PMK. Kita menunggu keputusan dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.

Niko berharap kepada masyarakat agar ternaknya mau divaksin, apakah sapi, kambing, kerbau, domba. Pokoknya semua ternak berkuku belah harus divaksin supaya tidak terpapar PMK. “Intinya, ternak yang akan divaksin itu harus sehat. Setelah divaksin ternak harus diberikan pakan yang cukup,” ujarnya.

Selain vaksinasi PMK, Niko meminta agar peningkatan kesiapsiagaan kewaspadaan PMK gelombang kedua ini dilakukan dengan biosekuriti kandang. Lakukan disinfeksi (penyemprotan) kandang serta peralatan secara berkala dan karantina 14 hari terhadap ternak baru yang masuk lokasi kandang dengan mengamati gejala klinis.

“Hindari mengunjungi kandang lain bila tidak ada kepentingan yang mendesak. Petugas wajib didisinfeksi sebelum masuk area kandang, menggunakan APD (sarung tangan, sepatu bot, apron dan masker). Pastikan limbah cair dan limbah padat di tempat pemotongan hewan di RPH/di luar RPH ditangani dengan benar. Serta hanya mendatangkan dan menjual ternak yang sehat dan sudah divaksin PMK,” pungkasnya. (wan)