BESUK – Keresahan petani akibat serangan hama wereng yang menyerang lahan pertanian padi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Probolinggo mulai berangsur berkurang. Pasalnya, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat melakukan upaya pengendalian dengan melibatkan petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
Serangan hama wereng terdeteksi di Kecamatan Besuk meliputi Desa Jambangan seluas 10 hektare, Desa Besuk Agung 10 hektare, Desa Sindetlami 10 hektare dan Desa Sindetanyar 4 hektare. Sementara di Kecamatan Pakuniran, serangan ditemukan di Desa Sumberkembar seluas 2 hektare dan Desa Alas Pandan seluas 1 hektare dengan pola serangan berupa spot-spot pada areal tanaman padi.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Diperta Kabupaten Probolinggo bersama petani dan petugas lapangan segera melaksanakan gerakan pengendalian secara serempak di lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan untuk menekan perkembangan populasi wereng sekaligus mencegah meluasnya serangan ke lahan pertanian lainnya.

Ketua Kelompok Tani Binatani Sejahtera di Desa Sumberkembar Kecamatan Pakuniran Ahmad Muzammil menyampaikan serangan wereng dalam sepekan terakhir telah menyerang tanaman padi yang sebagian besar sudah memasuki masa menjelang panen. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menurunkan hasil produksi padi dan berdampak pada ketahanan pangan di Kabupaten Probolinggo.
“Serangan wereng ini sangat merugikan petani karena tanaman padi yang terserang sebagian besar sudah mendekati masa panen, sekitar dua hingga tiga minggu lagi. Jika tidak segera ditangani, tentu akan menurunkan produksi padi dan berdampak terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Muzammil menjelaskan, faktor cuaca yang tidak menentu dan kondisi kelembapan tinggi diduga menjadi pemicu berkembangnya hama wereng di sejumlah wilayah pertanian. Karena itu, diperlukan penanganan cepat melalui penyemprotan massal dan dukungan sarana pengendalian dari pemerintah.

“Petani sebenarnya sudah berupaya mandiri melakukan penyemprotan, tetapi dengan luasnya area yang terdampak tentu membutuhkan dukungan pemerintah agar penanganannya lebih maksimal,” jelasnya.
Sementara Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan pemerintah daerah melalui Diperta telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna melindungi produksi pertanian masyarakat.
“Begitu mendapatkan laporan adanya serangan wereng, kami langsung melakukan gerakan pengendalian bersama petani, PPL dan POPT di lapangan. Selain itu, Dinas Pertanian juga memberikan bantuan insektisida untuk seluruh lahan yang terserang maupun area di sekitarnya sebagai langkah pencegahan agar serangan tidak meluas,” katanya.

Menurut Arif, ketersediaan pestisida telah disiapkan di seluruh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai buffer stock sehingga dapat digunakan dengan cepat ketika terjadi serangan mendadak.
“Pestisida sudah kami distribusikan ke seluruh BPP di Kabupaten Probolinggo sebagai buffer stock. Dengan demikian, apabila ada serangan mendadak di wilayah tertentu, petugas tidak perlu lagi mengambil ke kantor Dinas Pertanian sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.
Arif menegaskan hingga saat ini sebagian besar lokasi yang terdampak telah dilakukan pengendalian secara serempak. Pihaknya juga terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan perkembangan populasi wereng tetap terkendali.

“Kami menghimbau petani agar rutin melakukan pengamatan lahan dan segera melaporkan kepada petugas apabila ditemukan gejala serangan hama. Dengan sinergi antara petani dan pemerintah, kami optimistis serangan wereng dapat dikendalikan sehingga produktivitas padi di Kabupaten Probolinggo tetap terjaga,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
