KRAKSAAN – Pembinaan kesehatan di lingkungan pondok pesantren membutuhkan keterlibatan berbagai sektor agar program yang dijalankan dapat menyesuaikan kebutuhan santri dan lingkungan pesantren.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo membentuk Tim Pembina Pondok Pesantren di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami.
Pembentukan tim tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam mendukung pembinaan sekaligus peningkatan kualitas kesehatan di lingkungan pondok pesantren.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam membangun pembinaan pondok pesantren yang lebih terpadu.

“Pembinaan pondok pesantren membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dengan keterlibatan berbagai Perangkat Daerah, unsur keagamaan dan perguruan tinggi, pembinaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu sesuai dengan kebutuhan pondok pesantren dan para santri,” ujarnya.
Menurut Sri Wahyu, pembentukan tim bukan hanya menjadi ruang koordinasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang sehat dan aman.
“Sinergi ini menjadi langkah bersama untuk mendorong terwujudnya lingkungan pondok pesantren yang sehat, aman dan mampu mendukung tumbuh kembang santri secara optimal,” jelasnya.
Pertemuan pembentukan tim tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Di antaranya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo dan Baperlitbangda Kabupaten Probolinggo.
Sejumlah Perangkat Daerah juga dilibatkan, termasuk yang membidangi ketahanan pangan, komunikasi dan informatika, koperasi dan perdagangan, lingkungan hidup, pemberdayaan masyarakat dan desa, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pendidikan dan kebudayaan, perikanan, pertanian serta sosial.

Selain itu, turut hadir unsur perguruan tinggi diantaranya Universitas Nurul Jadid, Universitas Islam Zainul Hasan dan Universitas Hafshawaty Zainul Hasan. Keterlibatan lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperluas dukungan terhadap pembinaan pondok pesantren. Masing-masing unsur memiliki peran yang dapat saling melengkapi dalam mendukung kebutuhan pesantren dan para santri.
Melalui pembentukan Tim Pembina Pondok Pesantren, Dinkes Kabupaten Probolinggo mendorong agar koordinasi antar lembaga dapat terus diperkuat. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan menjadi dasar dalam membangun pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Dengan sinergi pemerintah daerah, unsur keagamaan dan perguruan tinggi, pembinaan pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin mampu mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, aman dan kondusif bagi tumbuh kembang para santri,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
