Tuesday, June 25, 2024
Depan > Informasi Layak Anak > Dinkes Gelar Rakor Penguatan Imunisasi dan Evaluasi Sub PIN Polio Putaran 1 dan 2

Dinkes Gelar Rakor Penguatan Imunisasi dan Evaluasi Sub PIN Polio Putaran 1 dan 2

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka penguatan imunisasi dan evaluasi Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio putaran 1 dan 2 di Kabupaten Probolinggo, Kamis (2/5/2024) di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo.

Kegiatan yang dihadiri oleh Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Nina Kartika ini diikuti oleh pengurus TP PKK Kabupaten Probolinggo, 24 Ketua TP PKK Kecamatan serta Kepala Puskesmas/Koordinator Imunisasi dari 33 Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam kegiatan tersebut, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto menerima plakat ucapan terima kasih dari Dinkes Kabupaten Probolinggo atas dukungan terhadap pelaksanaan Sub PIN Polio.

Selanjutnya, Dinkes memberikan apresiasi/hadiah kepada 3 puskesmas dengan capaian entry Sub PIN Polio melalui aplikasi ASIK terbaik kepada Puskesmas Bantaran, Sumberasih, Klenang Kidul, apresiasi bagi kecamatan dengan inovasi promkes pelaksanaan Sub PIN Polio berbasis Digital kepada Kecamatan Krejengan serta apresiasi bagi kecamatan dengan kesenjangan terkecil Sub PIN polio putaran 1 dan 2 kepada Kecamatan Banyuanyar dan Gading.

Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi antara Pj Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto bersama dengan pengurus TP PKK Kecamatan dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Nina Kartika mengungkapkan program imunisasi merupakan salah satu upaya intervensi kesehatan masyarakat yang efisien dan dinilai sangat cost effective dalam mencegah timbulnya Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

“Pelaksanaan Sub-PIN Polio 2024 di Kabupaten Probolinggo yang telah dilaksanakan mulai 15 Januari dan berakhir pada tanggal 14 Maret 2024 dinilai sangat baik. Kolaborasi dan sinergi kita mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dengan cakupan imunisasi di atas target Nasional yaitu 95%,” ungkapnya.

Nina menerangkan selain Sub PIN Polio juga ada Pekan Imunisasi Dunia (PID) yang dimulai dari bulan April 2024. Sasaran Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) bayi (0-11 bulan), anak di bawah dua tahun (12-23 bulan) dan Wanita Usia Subur (15-39 tahun). Jadual tanggal 22 hingga 28 April 2024, 11 hingga 16 Agustus 2024 dan 11 hingga 16 Nopember 2024.

“Secara teknis, PID akan dilaksanakan oleh Tim Imunisasi di 33 Puskesmas dengan koordinasi para Camat, TP PKK, Kepala Desa, Lurah, kader Posyandu, dan kader lainnya,” terangnya.

Menurut Nina, imunisasi rutin merupakan program esensial di Kementerian Kesehatan. Target imunisasi tahun 2023 dan 2024 mengalami kenaikan menjadi 95%, dimana pada tahun 2022 target adalah 93%. Untuk capaian imunisasi tahun 2022 memenuhi target yaitu IDL 93,17% dan imunisasi Baduta lanjutan DPT4 95,17% dan MR2 94,93%. Namun di tahun 2023 tidak memenuhi target yaitu IDL 93,09% dan imunisasi Baduta lanjutan DPT4 93,36%, MR2 92,66% dan PCV3 yang merupakan Antigen baru 56,58%.

“Pada tahun 2024 target Tribulan 1 adalah 25%, capaian Kabupaten Probolinggo masih dibawah target yaitu berada pada angka 20,4%. Dikawatirkan jika target tidak terpenuhi target imunisasi ini maka tidak terbentuk herd immunity sehingga kasus PD3I yaitu Difteri, Campak, Pertusis masih bermunculan di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Untuk Kepala Puskesmas Nina mengharapkan untuk mendorong nakes melakukan pencatatan Kohort dengan baik dan segera mengejar imunisasi yang belum lengkap sekaligus wajib melakukan entry pada Aplikasi ASIK.

“Melalui keterlibatan dan komitmen pemerintah daerah, lintas program, lintas sektor, organisasi profesi, LSM, dunia usaha dan mitra lainnya dalam program imunisasi guna mencapai eradikasi dan eliminasi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I),” harapnya.

Sementara Pj Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto mengatakan imunisasi adalah upaya pencegahan penyakit menular dengan memberikan vaksin sehingga terjadi imunitas (kekebalan) terhadap penyakit tersebut.

“Vaksin adalah jenis bakteri atau virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan guna merangsang sistem imun dengan membentuk zat antibodi di dalam tubuh. Antibodi inilah yang melindungi tubuh di masa yang akan datang,” katanya.

Rita Erik menjelaskan imunisasi adalah proses pembentukan zat antibodi secara aktif atau buatan melalui pemberian vaksin (bakteri dan virus yang sudah lemah). “Imunisasi suatu proses yang membuat seseorang imun atau kebal terhadap suatu penyakit melalui pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi supaya kebal terhadap penyakit tertentu,” jelasnya.

Menurut Rita Erik, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kesehatan telah melaksanakan Sub Pin Polio nOPV2 pada bulan Januari hingga Maret 2024 dalam rangka penanggulangan KLB Polio di Jawa Timur dengan cakupan yang baik. Kolaborasi dan sinergi kita mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dengan cakupan imunisasi di atas target Nasional yaitu 95%.

“Kemudian pada minggu keempat bulan April setiap tahunnya diperingati sebagai Pekan Imunisasi Dunia (PID) bertema “Imunisasi Lengkap, Indonesia Kuat” melalui Kegiatan PENARI (Sepekan Mengejar Imunisasi). Tujuan PENARI adalah mengejar imunisasi yang belum lengkap pada bayi, balita dan juga WUS,” terangnya.

Rita Erik menerangkan sangat penting bagi seorang anak mendapatkan imunisasi yang lengkap. Pemberian imunisasi wajib dilakukan sejak anak dilahirkan hingga usia sekolah. Target imunisasi rutin bayi dan Baduta adalah minimal 95%. Jika capaian imunisasi rutin kita sudah bagus maka kegiatan PENARI ini akan ringan. “Sasaran imunisasi rutin pada bayi Kabupaten Probolinggo adalah 17.449 bayi usia 0-11 bulan dan sasaran imunisasi Baduta lengkap adalah 17.278 usia 12-24 bulan,” tegasnya.

Lebih lanjut Rita Erik mengharapkan dukungan seluruh Ketua TP PKK Kecamatan berkolaborasi dengan Kepala Puskesmas untuk mendukung pelaksanaan imunisasi rutin di Kabupaten Probolinggo dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat terutama orang tua dan pengasuh anak dalam mencapai status imunisasi rutin lengkap sesuai jadwal.

“Selain itu, menjadi vocal point untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepercayaan masyarakat akan nilai penting dan manfaat imunisasi untuk kesehatan keluarga sepanjang usia,” pungkasnya. (wan)