Monday, June 24, 2024
Depan > Kesehatan > Dinkes Gelar Pertemuan Terintegrasi P2P Terpadu

Dinkes Gelar Pertemuan Terintegrasi P2P Terpadu

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan terintegrasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) terpadu tahun anggaran 2023 di Paseban Sena Probolinggo, Selasa (23/5/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh 160 orang dari Puskesmas dan tim dari Kabupaten Probolinggo. Mereka dipandu oleh narasumber dari Dinkes Kabupaten Probolinggo, Dinkes Provinsi Jawa Timur serta Praktisi Hipnoterapi dan Komunikasi Efektif.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi analisa situasi program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di Kabupaten Probolinggo, analisa situasi program pencegahan dan pengendalian penyakit menular di Kabupaten Probolinggo, analisa situasi program surveilans dan imunisasi di Kabupaten Probolinggo, kebijakan dan strategi P2P dalam mendukung transformasi bidang kesehatan serta strategi operasional dalam pencapaian indikator bidang P2P.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengungkapkan secara umum kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan perencanaan dalam rangka meningkatkan capaian bidang pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Probolinggo.

“Secara khusus melakukan validasi data capaian kinerja, menyampaikan kebijakan dan strategi bidang pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Probolinggo, menyampaikan penguatan dan strategi pencapaian indikator program pencegahan dan pengendalian penyakit serta memberikan pengetahuan tambahan untuk mendukung kinerja capaian bidang Pencegahan dan Pengendalian penyakit,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan pembangunan kesehatan merupakan modal utama pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Program nasional yang dituangkan dalam pembangunan kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam komitmen internasional.

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sustainable Development Goals (SDGs) atau Global Goals sebagai kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs), yaitu menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, TB dan Malaria serta penyakit lainnya,” katanya.

Shodiq menjelaskan pembangunan kesehatan juga menekankan pada kesehatan sebagai hak asasi manusia, kesehatan sebagai investasi bangsa dan kesehatan menjadi titik sentral pembangunan nasional. Dinkes memiliki tujuan untuk “Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat”.

“Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melaksanakan berbagai program dan kegiatan dengan sasaran peningkatan kesehatan masyarakat. Hal ini mengandung makna bahwa salah satu tanggung jawab sektor kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau oleh masyarakat,” terangnya.

Menurut Shodiq, dalam upaya mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan terutama dalam pencapaian Standar Pelayanan Minimal, maka Dinkes berupaya secara berkesinambungan untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana, kompetensi dan kualitas SDM serta melakukan standarisasi pelayanan.

“Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan terutama di Puskesmas, sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal dengan ditunjang kelengkapan dan ketersediaan sarana dan prasarana serta perbekalan kesehatan di seluruh Puskesmas dan jaringannya,” pungkasnya. (wan)