PROBOLINGGO – Krisis sumber mata air bersih dan terhentinya layanan PDAM selama beberapa hari mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo mendistribusikan total 21.000 liter air bersih pada Sabtu (26/9/2026). Penyaluran berlangsung mulai pukul 11.20 hingga 18.49 WIB. Bantuan air bersih tersebut disalurkan ke sejumlah titik, termasuk wilayah yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Salah satu lokasi penerima bantuan berada di Dusun Deggedeg RT 05/RW 02 Desa Paras Kecamatan Tegalsiwalan. Di wilayah tersebut, BPBD menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 57 Kepala Keluarga dengan total 155 jiwa.
Bantuan berikutnya disalurkan ke Dusun Tanggulasih RT 002/RW 001 Desa Malasan Wetan Kecamatan Leces. Sebanyak 5.000 liter air bersih diberikan untuk memenuhi kebutuhan 42 Kepala Keluarga atau 126 jiwa. Selain masyarakat, BPBD juga mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke Puskesmas Tiris.
Selain untuk kebutuhan warga dan fasilitas pelayanan kesehatan, BPBD juga menyalurkan air bersih untuk mendukung kegiatan masyarakat di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. Sebanyak 6.000 liter air didistribusikan ke lokasi tersebut untuk mendukung kegiatan “Mengetuk Pintu Langit” yang digelar Majelis Ta’lim dan Sholawat Al-Fadholi. Dengan demikian, total bantuan air bersih yang didistribusikan dalam kegiatan tersebut mencapai 21.000 liter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menjelaskan, pendistribusian air bersih dilakukan sebagai respons atas kondisi kekurangan sumber air dan gangguan layanan air yang dialami di sejumlah lokasi. “Berdasarkan data lapangan, kondisi tersebut dipengaruhi krisis sumber mata air bersih serta layanan PDAM yang tidak beroperasi selama beberapa hari,” katanya.
Menurut Oemar, penyaluran air bersih menjadi bagian dari langkah tanggap BPBD untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi tersebut berlangsung. Tim TRC PB BPBD diterjunkan untuk mendistribusikan air menggunakan armada tangki yang tersedia. “Dalam pelaksanaannya, TRC PB BPBD Kabupaten Probolinggo menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter dan satu unit truk tangki berkapasitas 6.000 liter,” jelasnya.
Oemar menekankan pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan, terutama ketika masyarakat menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Respons tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran BPBD dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi kekurangan air bersih. Penyaluran dilakukan langsung ke titik-titik yang telah ditentukan agar bantuan dapat segera dimanfaatkan,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo melalui TRC PB terus melakukan penanganan sesuai kondisi lapangan dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak krisis air bersih. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
