Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Asah Kreativitas Siswa, Dispersip Kabupaten Probolinggo Kenalkan Robotik

Asah Kreativitas Siswa, Dispersip Kabupaten Probolinggo Kenalkan Robotik

KRAKSAAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus memperluas program literasi dengan menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi. Salah satunya melalui pelatihan robotik dan mini workshop yang diikuti 50 siswa SMPN 1 Kraksaan di SAE Innovative Creative Centre (SICC), Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar Dispersip Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Robotku School Probolinggo. Pelatihan robotik menjadi bagian dari Program Sekolah Literasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbeda kepada pelajar sekaligus mengenalkan teknologi sejak usia sekolah.

Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas mengatakan literasi pada masa kini tidak cukup hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Perkembangan teknologi menuntut anak-anak memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah dan beradaptasi dengan perubahan.

“Literasi itu tidak hanya membaca buku, tetapi bagaimana anak-anak mampu mendapatkan pengetahuan, mengolahnya, kemudian menerapkannya. Melalui robotik ini, kami ingin siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mengenal teknologi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan robotik memberikan ruang kepada siswa untuk belajar melalui praktik langsung. “Peserta tidak sekadar menerima materi secara teori, tetapi juga diajak mengenal berbagai komponen yang digunakan dalam sebuah robot serta memahami cara kerja teknologi tersebut,” jelasnya.

Salah satu narasumber memberikan materi dalam pelatihan robotik dan mini workshop. (Foto : Dispersip)

Menurut Ulfi, kegiatan ini sejalan dengan upaya Dispersip dalam mengembangkan program literasi yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak. Ketika mereka mencoba merakit sesuatu, kemudian menemukan kendala dan mencari cara agar robot bisa bekerja, di situlah proses berpikir kritis dan kreativitas mereka berkembang,” terangnya.

Dalam pelatihan tersebut, siswa diperkenalkan dengan sejumlah materi dasar robotik. Materi meliputi mekanika dasar seperti bentuk rangka, roda dan gear. Peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai elektronika, kabel, baterai serta sensor yang dapat digunakan untuk membaca kondisi lingkungan.

“Selain itu, siswa diperkenalkan dengan dasar pemrograman atau coding untuk mengatur robot agar dapat bergerak dan memberikan respons sesuai perintah. Pendekatan praktik membuat peserta dapat memahami hubungan antara perangkat keras dan perangkat lunak secara lebih sederhana,” tegasnya.

Ulfi menambahkan, kegiatan robotik juga memiliki manfaat dalam membangun kemampuan kerja sama. Para siswa dapat bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan selama pelatihan.

“Anak-anak belajar bahwa ketika ada sesuatu yang tidak berhasil, mereka tidak langsung menyerah. Mereka harus mencoba lagi, mencari penyebabnya dan menemukan solusinya. Inilah semangat yang ingin kami tumbuhkan melalui Sekolah Literasi,” tuturnya.

Siswa SMPN 1 Kraksaan melakukan praktek pembuatan robotik yang digelar oleh Dispersip Kabupaten Probolinggo. (Foto : Dispersip)

Melalui pelatihan tersebut Ulfi berharap kegiatan literasi berbasis teknologi dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak sekolah. Program ini diharapkan menjadi salah satu sarana untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga kreatif, inovatif dan mampu menghadapi perkembangan teknologi.

“Semoga dari kegiatan ini muncul anak-anak yang memiliki minat terhadap teknologi dan terus mengembangkan kemampuannya. Kami ingin perpustakaan dan program literasi menjadi ruang belajar yang terbuka, kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info