KRAKSAAN – Kesejahteraan petani menjadi salah satu kunci menjaga ketahanan pangan. Pesan tersebut disampaikan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Tani Nasional 2026 yang digelar DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Probolinggo di Rest Area Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Minggu (27/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris meminta seluruh pihak memberikan dukungan nyata terhadap petani, termasuk memperjuangkan kebutuhan pupuk hingga menjaga harga komoditas pertanian agar kepentingan petani tetap menjadi perhatian. “Kita bicara tentang ketahanan pangan. Kalau petani sejahtera, Insya Allah negara aman. Makanya, apa yang kita makan ini, terima kasih sebesar-besarnya seharusnya kepada teman-teman petani,” katanya.
Menurut Bupati Haris, kebutuhan pangan masyarakat tidak terlepas dari peran petani yang setiap hari menanam dan menghasilkan berbagai komoditas. Karena itu, keberadaan petani harus mendapatkan perhatian dan dukungan yang memadai.

“Kita tidak akan makan sayur, tidak akan makan apa-apa kalau tidak ada yang menanam. Karenanya saya minta Kepala OPD terkait dan teman-teman HKTI, tolong support dengan baik para petani,” pintanya.
Bupati Haris juga menekankan pentingnya memperjuangkan kebutuhan petani, termasuk persoalan pupuk dan harga tembakau. Dukungan tersebut perlu diarahkan agar memberikan manfaat bagi keberlangsungan usaha tani. “Perjuangkan apa yang mereka butuhkan. Pupuk semuanya, harga tembakau semuanya, tolong betul-betul diperjuangkan agar semuanya berpihak kepada petani,” tegasnya.
Ia kemudian mengajak masyarakat melihat proses pertanian sebagai pembelajaran dalam membangun daerah. Tanaman tidak bisa langsung menghasilkan panen setelah ditanam karena membutuhkan proses dan waktu.

“Saya ingin mengajak, setuju, mereka belajar dari tanaman. Mohon maaf, mereka berproses. Mulai dari tanam, kemudian proses, mau beberapa bulan, baru panen. Tidak ada tanam langsung panen,” tegasnya.
Prinsip tersebut lanjut Bupati Haris, juga berlaku dalam pembangunan Kabupaten Probolinggo. Perbaikan berbagai sektor membutuhkan tahapan dan konsistensi sehingga tidak dapat dilakukan secara instan.
“Ini sama dengan kita belajar proses membangun Kabupaten Probolinggo. Jadi ada proses yang harus kita lalui. Mulai kita memperbaiki ini step by step semuanya. Tidak bisa simsalabim,” jelasnya.

Sementara Ketua DPC HKTI Kabupaten Probolinggo Agus Salehuddin mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat program ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. “Agenda kita adalah memperkuat program ketahanan nasional. Kita membantu pemerintah dalam distribusi kebutuhan pokok dengan harga yang murah dari pemerintah,” ujarnya.
Dalam GPM tersebut, HKTI menyiapkan sejumlah kebutuhan pokok berupa minyak dan gula. Sebanyak 3.600 liter minyak dan 2 ton gula disiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat. “Kita membantu mendistribusikan sembako terutama beras, minyak dan gula untuk bisa dinikmati masyarakat secara luas di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Selain kegiatan pangan dan sosial, Agus menyebut HKTI terus membangun sinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mendukung kebutuhan sektor pertanian. Sinergi tersebut mencakup kebutuhan pupuk, stabilitas harga hasil pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan), saluran irigasi, irigasi perpompaan hingga jalan usaha tani. “HKTI juga berupaya menjadi penghubung antara petani dan kelompok tani dengan berbagai program pemerintah, termasuk program dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Dalam momentum Hari Tani Nasional 2026, Agus berharap program ketahanan pangan nasional dapat berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah dan mendorong tercapainya swasembada berbagai kebutuhan pangan.
“Harapan kami bagaimana program ketahanan pangan nasional secara luas itu bisa berjalan sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia. Selain itu, kita bisa swasembada pangan, terutama swasembada beras, gula dan kebutuhan pokok lainnya,” tambahnya.
Kegiatan tersebut diisi dengan Gerakan Pangan Murah (GPM), pengobatan massal gratis dan pemeriksaan kesehatan gratis serta pemberian santunan kepada kaum dhuafa dan penyandang disabilitas.

Peringatan Hari Tani Nasional 2026 ini juga melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo, DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Probolinggo, Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kraksaan, Perum Bulog Probolinggo serta sejumlah perusahaan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi, pengurus DPC HKTI Kabupaten Probolinggo, Ketua DPD PPNI Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua PC LKNU Kraksaan Sugianto dan Kepala Desa Sumberlele Supriyanto. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
