TIRIS – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris turun langsung memantau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Tiris, Kamis (24/9/2026). Selain mengecek kondisi jalan dan drainase, ia juga menyerahkan bantuan sembako kepada kaum dhuafa dan anak yatim.
Monitoring dan evaluasi (monev) tersebut dilakukan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Salah satu yang menjadi perhatian Bupati Haris adalah peningkatan Ruas Jalan Condong–Segaran di Desa Wedusan. Menurutnya, ruas jalan tersebut telah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan.

“Jalan ini sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan. Alhamdulillah tahun ini kita bisa melakukan perbaikan dan semoga masyarakat di sini bisa nantinya ikut merawat jalan yang sudah bagus dan nyaman untuk akses dari segi ekonomi dan pendidikan,” katanya.
Monev juga dilakukan terhadap pembangunan drainase di Dusun Curah Pakis dan Dusun Jebun Desa Jangkang Kecamatan Tiris yang berada di Ruas Jalan Condong–Segaran. Bagi Bupati Haris, keberadaan drainase menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi jalan.
“Sistem drainase yang baik berpengaruh terhadap daya tahan konstruksi jalan ketika menghadapi aliran air. Pembangunan drainase ini sangat penting karena menentukan kondisi jalan seawet apa,” jelasnya.

Selanjutnya, Bupati Haris meninjau peningkatan Ruas Jalan Segaran–Air Panas di Desa Segaran. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperbaiki akses masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan kawasan wisata.
Bupati Haris mengatakan pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah. “Akses jalan memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat karena dapat memberikan efek berantai terhadap berbagai kegiatan di daerah,” terangnya.
Ia juga menyebut pavingisasi telah dilakukan di sejumlah destinasi wisata, khususnya kawasan danau, menjelang agenda festival daerah. “Setiap kali menjelang festival, terutama Seven Lakes, Seven Waterfalls, Seven Days dan Seven November itu, pavingisasi hampir di semua destinasi, terutama danau-danau kita, terselesaikan dengan baik,” tuturnya.

Bupati Haris menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah daerah serta pihak CSR yang ikut mendukung pembangunan pavingisasi. Setelah pekerjaan pavingisasi dapat diselesaikan, pemerintah daerah akan lebih agresif menangani akses menuju lokasi yang belum terjangkau pembangunan jalan hotmix.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran, terutama teman-teman CSR yang sudah membantu dan support terkait pavingisasi ini. Tapi Insya Allah jika kemudian nanti paving kita selesai, kita akan lebih agresif. Banyak tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh hotmix akan terselesaikan dengan paving-paving kita,” ujarnya.
Monev juga mencakup peningkatan Ruas Jalan Tlogoargo–Andungsari dan peningkatan Ruas Jalan Ranuagung–Ranu. Bupati Haris menegaskan pembangunan tersebut merupakan bagian dari visi pemerintah daerah, khususnya misi keempat mengenai SAE infrastruktur.

“Meski pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, jalan tetap menjadi salah satu perhatian karena berkaitan dengan pergerakan ekonomi masyarakat. Saya masih meyakini bahwa infrastruktur jalan itu masih menjadi salah satu prioritas agar multiplier effect kita itu bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat, kepala desa dan para pengusaha kayu turut menjaga jalan yang telah dibangun. Hal tersebut terutama ditekankan di wilayah Kecamatan Tiris dan Krucil yang menjadi salah satu kawasan industri kayu.
“Pengawasan terhadap kendaraan dengan muatan berlebih juga penting agar kualitas jalan tidak cepat mengalami penurunan. Meskipun paving-paving kita itu kita kerjakan dengan kualitas dan standar yang baik, yang kita harapkan kita jaga bersama agar kita tetap mendapatkan akses yang baik,” tambahnya.

Sementara Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra menjelaskan salah satu pekerjaan pavingisasi dilakukan pada ruas dari pertigaan Ranu Segaran menuju titik wisata Air Panas dengan panjang sekitar 558 meter. “Ini penunjang untuk objek wisata air panas. Ini dari pertigaan Ranu Segaran sampai titik ini kurang lebih panjangnya sekitar 558 meter pavingisasi,” katanya.
Lebar jalan menyesuaikan kondisi ruang yang tersedia di lapangan. Secara umum, lebar ruas tersebut sekitar 3,5 meter, meskipun terdapat sejumlah titik dengan keterbatasan ruang. “Ruas tersebut masih mampu menopang kendaraan dengan tonase 10-12 ton,” terangnya.
Selain itu, DPUPR menangani jalur Ruas Jalan Condong – Segaran yang memiliki panjang sekitar 5,6 kilometer dan terbagi dalam dua segmen. “Untuk ruas tersebut, lebar jalan sekitar lima meter. Bagian hotmix memiliki lebar empat meter, sedangkan sisanya berupa bahu beton di sisi kanan dan kiri,” urainya.

Hengki menambahkan, penanganan infrastruktur tidak seluruhnya menggunakan pavingisasi. Sebagian pekerjaan juga berkaitan dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang memiliki ketentuan dalam penggunaannya. “Bukan paving semua,” tambahnya.
Selain memantau pembangunan infrastruktur, Bupati Haris juga melakukan monev program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Jangkang serta melihat langsung tandon air minum di Desa Andungsari.
Di sela-sela kegiatan, Bupati Haris menyerahkan bantuan sembako kepada kaum dhuafa dan anak yatim. Bantuan tersebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Probolinggo dan Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo.

Rangkaian monev tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan Masyarakat. Sekaligus memperkuat akses menuju kawasan ekonomi dan destinasi wisata di wilayah selatan Kabupaten Probolinggo. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
