Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Diperta Kabupaten Probolinggo Genjot Gerakan Tanam Padi, Realisasi LTT Capai 41 Hektar

Diperta Kabupaten Probolinggo Genjot Gerakan Tanam Padi, Realisasi LTT Capai 41 Hektar

GADING – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo terus menggenjot percepatan tanam padi sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan melalui Gerakan Tanam (Gertam) padi di Kecamatan Gading, Senin (31/8/2026).

Kegiatan gerakan tanam padi tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Tani (Poktan) Tani Maju di Desa Nogosaren Kecamatan Gading dan Poktan Tani Mulyo di Desa Sentul Kecamatan Gading.

Gerakan tanam padi menjadi bagian dari strategi Diperta Kabupaten Probolinggo dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia sekaligus mendorong peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi.

Berdasarkan data Diperta Kabupaten Probolinggo, LTT padi pada Senin (31/8/2026) mencapai 41 hektare. Dari capaian tersebut, kegiatan Gertam di Desa Nogosaren menjadi salah satu lokasi sampel dengan luasan 0,5 hektare, sedangkan PM-AAS di Desa Sentul mencakup 0,2 hektare.

Kegiatan tersebut dihadiri Pj. LTT Kabupaten Probolinggo Suwarman, Ketua Tim Kerja Kabupaten Probolinggo Eko Budi Santoso, Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah, JF Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda Okta Purwo Ina Rany bersama tim, Babinsa Kecamatan Gading, POPT Kabupaten Probolinggo, Koordinator PPL Kecamatan Gading Dilla Hermanto serta penyuluh pertanian wilayah.

Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah mengatakan percepatan tanam dilakukan untuk mendorong peningkatan luas pertanaman sekaligus menjaga produktivitas padi. Program tersebut perlu didukung dengan sarana produksi, alat dan mesin pertanian (alsintan), penerapan teknologi serta pendampingan secara langsung kepada petani.

“Gerakan tanam ini merupakan bagian dari upaya Diperta mempercepat tanam dan meningkatkan luas tambah tanam padi. Optimalisasi lahan harus didukung sarana produksi, alsintan dan pendampingan agar pertanaman bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Menurut Faiq, peningkatan LTT bukan menjadi tujuan akhir. Bertambahnya luas pertanaman harus diikuti dengan peningkatan produktivitas sehingga produksi padi juga mengalami peningkatan.

“Kita tidak hanya mengejar penambahan luas tanam, tetapi juga bagaimana tanaman dapat menghasilkan produktivitas yang optimal. Dengan begitu, produksi padi dan ketersediaan pangan daerah bisa semakin kuat,” jelasnya.

Faiq menambahkan, optimalisasi lahan pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung ketahanan pangan. “Lahan yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara efektif melalui pola budidaya yang tepat dan efisien,” tambahnya.

Sementara Ketua Tim Kerja Kabupaten Probolinggo Eko Budi Santoso mengatakan percepatan tanam membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan petani. Peran kelompok tani, penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) serta stakeholder lainnya sangat dibutuhkan untuk memastikan program berjalan di tingkat lapangan.

“Percepatan tanam tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Sinergi pemerintah, petani, kelompok tani, penyuluh dan petugas lapangan sangat diperlukan agar target luas tambah tanam dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Selain mengejar percepatan tanam, Diperta juga memberikan perhatian terhadap pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). “Pemantauan tanaman dilakukan sejak fase awal pertumbuhan untuk mendeteksi potensi serangan hama maupun penyakit,” terangnya.

Sedangkan JF Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda Diperta Kabupaten Probolinggo Okta Purwo Ina Rany menyampaikan pengamatan rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tanaman padi.

“Pemantauan harus dilakukan sejak awal pertumbuhan tanaman dan dilaksanakan secara berkala. Dengan pengamatan lebih dini, potensi serangan hama dan penyakit bisa diketahui sehingga pengendaliannya dapat dilakukan secara tepat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) diarahkan untuk menekan serangan OPT sekaligus mengurangi risiko kehilangan hasil. “Prinsip PHT kita dorong agar pengendalian OPT dilakukan secara efektif dan sesuai kondisi di lapangan. Harapannya tanaman dapat tumbuh optimal dan produktivitas tetap terjaga,” tambahnya.

Melalui Gertam Padi, Diperta Kabupaten Probolinggo tidak hanya mendorong petani segera melakukan penanaman, tetapi juga membangun sistem budidaya yang terintegrasi mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan hingga pengawasan kesehatan tanaman.

“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan luas tanam, produktivitas dan produksi padi di Kabupaten Probolinggo. Pada akhirnya, peningkatan produksi diharapkan dapat memperkuat ketersediaan beras sekaligus mendukung ketahanan dan kemandirian pangan daerah,” tambahnya.

Program percepatan tanam juga menjadi bagian dari upaya Diperta Kabupaten Probolinggo mendukung peningkatan produksi pangan nasional melalui optimalisasi lahan dan penguatan peran petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info