DRINGU – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo bersama Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Dringu Kecamatan Dringu mulai memfinalisasi dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) melalui program Masyarakat Aman dan Tangguh Bencana, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program CSR PT Paiton Energy bersama PMI tersebut berlangsung di aula Balai Desa Dringu Kecamatan Dringu. Sebanyak 15 anggota Tim SIBAT Desa Dringu mengikuti proses review dan verifikasi dokumen dengan didampingi Pengurus PMI Kabupaten Probolinggo, PIC SIBAT, Kamarkas serta Fasilitator PMI Provinsi Jawa Timur.
Hari pertama finalisasi difokuskan pada pembahasan Kajian Umum Ancaman dan Ketahanan (KUAT) serta Kejadian Luar Biasa Berbasis Masyarakat (KLB-BM). Kedua dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam memetakan potensi ancaman sekaligus kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
Kegiatan diawali dengan pemaparan capaian Kajian Risiko Bencana yang telah disusun bersama masyarakat pada tahun 2025. Fasilitator PMI Provinsi Jawa Timur kemudian menjelaskan alur serta target penyelesaian dokumen KRB yang meliputi KUAT, KLB-BM, EWS Banjir, IPAM-RT dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
Selanjutnya, Tim SIBAT melakukan review dan verifikasi terhadap draft dokumen KUAT. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan data mengenai potensi ancaman dan kapasitas ketahanan Desa Dringu masih sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan dokumen KLB-BM. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai kerangka dokumen, mekanisme surveilans serta pelaporan kejadian luar biasa berbasis masyarakat di tingkat desa.

Review terhadap draft KLB-BM yang telah disusun pada tahun 2025 juga dilakukan bersama fasilitator. Tim SIBAT mencermati kembali data yang tersedia sekaligus mengidentifikasi informasi yang masih perlu dilengkapi dan diverifikasi.
Kepala Desa Dringu Kuryadi mengapresiasi keberlanjutan program Masyarakat Aman dan Tangguh Bencana yang dilaksanakan PMI Kabupaten Probolinggo bersama Tim SIBAT Desa Dringu.
Menurutnya, finalisasi dokumen KRB penting untuk memastikan desa memiliki data dan informasi yang dapat dijadikan dasar dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Pemerintah Desa Dringu sangat mengapresiasi dan mendukung penuh keberlanjutan program SIBAT ini. Kami berharap proses finalisasi dokumen Kajian Risiko Bencana dapat menghasilkan data yang benar-benar sesuai dengan kondisi di Desa Dringu dan nantinya menjadi acuan dalam upaya kesiapsiagaan serta pengurangan risiko bencana,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan Tim SIBAT memiliki peran strategis karena para anggotanya merupakan bagian dari masyarakat yang memahami kondisi lingkungan dan potensi ancaman bencana di wilayah Desa Dringu.
“Dengan adanya Tim SIBAT, kami berharap masyarakat semakin memahami potensi bencana yang ada, bagaimana cara mengantisipasinya dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat. Jadi, masyarakat tidak hanya menunggu bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan awal,” jelasnya.

Sementara Ketua PMI Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho W.D. mengatakan finalisasi dokumen KRB merupakan kelanjutan dari proses kajian yang telah dilakukan bersama masyarakat sebelumnya.
“Finalisasi dokumen ini merupakan kelanjutan dari capaian program yang sudah kita lakukan sebelumnya. Hari pertama ini kita fokus pada review dan verifikasi KUAT serta KLB-BM, sehingga data yang sudah disusun dapat kita lihat kembali dan disesuaikan dengan kondisi terkini di masyarakat,” katanya.
Menurut Adi, seluruh dokumen KRB memiliki keterkaitan dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Karena itu, proses review dan verifikasi diperlukan agar data yang digunakan benar-benar lengkap dan sesuai dengan kondisi lapangan.
“Dokumen-dokumen ini saling berkaitan. Kita ingin memastikan bahwa seluruh data dan informasi yang disusun bersama masyarakat benar-benar lengkap, terverifikasi dan nantinya dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah-langkah pengurangan risiko bencana,” terangnya.
Adi menegaskan bahwa Tim SIBAT bukan sekadar peserta, tetapi menjadi bagian penting dalam keberlanjutan upaya kesiapsiagaan masyarakat. “Tim SIBAT bukan hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi mereka adalah bagian penting dari proses. Mereka yang nantinya diharapkan mampu meneruskan pengetahuan dan hasil kajian ini kepada masyarakat, sehingga kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab PMI atau pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Setelah pembahasan KUAT dan KLB-BM pada hari pertama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan review dan finalisasi dokumen EWS Banjir serta IPAM-RT pada hari kedua. Hari ketiga dijadwalkan untuk finalisasi dokumen PRB hingga proses pengesahan.

Pada hari pertama, Tim SIBAT juga dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk melakukan pendalaman dan melengkapi data yang masih membutuhkan verifikasi. Setiap kelompok didampingi fasilitator PMI Provinsi Jawa Timur dan PIC SIBAT.
Hasil kerja kelompok kemudian dipresentasikan dalam sesi pleno. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil pendalaman data KUAT dan KLB-BM untuk selanjutnya dirangkum sebagai hasil kegiatan hari pertama.
Melalui finalisasi dokumen KRB tersebut, PMI berharap Desa Dringu memiliki dasar yang lebih kuat dalam mengenali ancaman, memetakan kapasitas masyarakat serta menentukan langkah pengurangan risiko bencana.
Kolaborasi antara PMI Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Desa Dringu, Tim SIBAT dan dukungan CSR PT Paiton Energy diharapkan mampu memperkuat ketangguhan masyarakat sehingga warga semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana di wilayahnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
