Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > RPHPT Bayu Perkasa Perkuat Pertanian Organik Hadapi Perubahan Iklim

RPHPT Bayu Perkasa Perkuat Pertanian Organik Hadapi Perubahan Iklim

TEGALSIWALAN – Komunitas Regu Pengendali Hama Penyakit Tumbuhan (RPHPT) “Bayu Perkasa” Kabupaten/Kota Probolinggo menggelar kegiatan Seduluran Organik Probolinggo (SOP) ke-2 di PPAH “Sumber Jaya” Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat jejaring pelaku pertanian organik dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Sebanyak lebih dari 175 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Tidak hanya berasal dari Kabupaten dan Kota Probolinggo, peserta juga datang secara mandiri dari Lumajang, Jember hingga Pasuruan. Hadir pula perwakilan UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur, Laboratorium Pandaan Pasuruan, Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo, Camat Tegalsiwalan Hariyanto, Kepala Desa Banjarsawah, penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta para penggiat pertanian ramah lingkungan.

Mengusung tema “Keanekaragaman Hayati dalam Menyikapi Perubahan Iklim”, pertemuan ini membahas berbagai strategi menjaga produktivitas pertanian melalui pemanfaatan sumber daya hayati di tengah meningkatnya ancaman serangan organisme pengganggu tanaman akibat perubahan iklim.

Ratusan petani antusias mengikuti kegiatan Seduluran Organik Probolinggo ke-2 foto Bersama di PPAH “Sumber Jaya” Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan. (Foto : Tim RPHPT Bayu Perkasa)

Ketua Pelaksana SOP ke-2 Suharsono mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan produk pertanian ramah lingkungan dan organik melalui gerakan yang tumbuh dari para penggiat secara mandiri.

“Peserta membayar Rp25 ribu dan seluruhnya dikembalikan dalam bentuk ilmu, relasi, doorprize, suvenir dan konsumsi. Alhamdulillah antusiasme peserta sangat luar biasa,” katanya.

Sementara Koordinator Jabatan Fungsional POPT pada UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Agus Riyadi menegaskan dukungan terhadap penerapan pengendalian hama terpadu, konservasi musuh alami, pemanfaatan agens hayati hingga penguatan kapasitas petugas dan petani dalam menghadapi perubahan iklim.

“Semoga melalui kegiatan SOP ini lahir berbagai gagasan, pengalaman dan rekomendasi yang dapat memperkuat strategi adaptasi sektor pertanian terhadap fenomena iklim dengan tetap menjaga kelestarian keanekaragaman hayati demi mendukung swasembada pangan,” ujarnya.

Penyerahan sertifikat kepada narasumber dari Ketua pelaksana kegiatan SOP Suharsono. (Foto : Tim RPHPT Bayu Perkasa)

Dalam kegiatan tersebut, pakar fitopatologi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Dr. Roosmarrani Setiawati memaparkan materi mengenai manfaat mikoriza bagi pertanian.

“Mikoriza memiliki banyak fungsi penting, mulai sebagai bioprotektor yang melindungi tanaman, biofertilizer yang meningkatkan pertumbuhan tanaman, bioprosesor yang membantu penyerapan unsur hara, bioaktivator yang meningkatkan simpanan karbon hingga bioagregator yang memperbaiki struktur tanah,” terangnya.

Sedangkan penggiat pertanian organik PPAH “Sumber Jaya” Budiono menunjukkan secara langsung praktik pemanfaatan mikoriza pada tanaman jagung. Ia memperlihatkan sistem perakaran tanaman yang mampu tumbuh lebih dari satu meter berkat keberadaan mikoriza.

“Ini bukti peran mikoriza dalam sistem perakaran. Akar menjadi lebih lebat dan panjang sehingga mampu menyerap nutrisi dan air lebih baik, terutama saat musim kemarau panjang akibat perubahan iklim,” jelasnya.

RPHPT “Bayu Perkasa” Kabupaten/Kota Probolinggo dalam kegiatan Seduluran Organik Probolinggo ke-2 foto Bersama di PPAH “Sumber Jaya” Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan. (Foto : Tim RPHPT Bayu Perkasa)

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta menyepakati rencana tindak lanjut agar Seduluran Organik Probolinggo terus berlanjut setiap tahun. Forum ini diharapkan menjadi penguat ekosistem pertanian organik di Probolinggo sekaligus melahirkan inovasi baru yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info