Thursday, October 8, 2026
Depan > Kesehatan > Hari Bidan Nasional, RSUD Waluyo Jati Edukasi Ibu Hamil

Hari Bidan Nasional, RSUD Waluyo Jati Edukasi Ibu Hamil

KRUCIL – Memperingati Hari Bidan Nasional 2026, RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menggelar edukasi kesehatan bagi masyarakat di Polindes Kalianan Kecamatan Krucil, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan reproduksi, gizi hingga pencegahan HIV.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara PKRS RSUD Waluyo Jati, PROGNAS, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting RSUD Waluyo Jati, IBI Cabang Kabupaten Probolinggo serta didukung Puskesmas Krucil.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam ibu hamil yang diikuti secara antusias oleh para peserta. Setelah itu, para ibu hamil dan masyarakat mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai berbagai materi penting yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.

Materi yang disampaikan meliputi kesehatan selama masa kehamilan, keluarga berencana (KB), pemenuhan gizi bagi ibu hamil serta pencegahan dan penanganan HIV. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga kehamilan dapat dijalani dengan sehat dan aman.

Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati mengatakan peringatan Hari Bidan Nasional menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan bayi sejak masa kehamilan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen RSUD Waluyo Jati bersama para bidan dan seluruh mitra dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu hamil, mengenai kesehatan reproduksi, kehamilan dan persiapan persalinan yang sehat,” katanya.

Instalasi PKRS RSUD Waluyo Jati bersama dengan Prognas, IBI Ranting RSUD Waluyo Jati dan IBI Cabang Kabupaten Probolinggo dalam pemberian edukasi kesehatan bagi masyarakat di Polindes Kalianan Kecamatan Krucil. (Foto : RSUD Waluyo Jati)

Menurut Yessi, peran bidan tidak hanya mendampingi proses persalinan, tetapi juga memberikan edukasi, pendampingan dan pelayanan kesehatan sejak awal kehamilan hingga masa nifas.

Melalui kegiatan tersebut, para ibu hamil diharapkan memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, memenuhi kebutuhan gizi, mengikuti program keluarga berencana sesuai anjuran serta mengetahui cara mencegah penularan penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin.

“Kolaborasi lintas profesi dan lintas instansi seperti ini sangat penting karena upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi semua pihak agar pelayanan kesehatan semakin berkualitas dan mudah dijangkau masyarakat,” jelasnya.

Yessi berharap kegiatan edukasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan kehamilan sehingga dapat menurunkan risiko komplikasi pada ibu maupun bayi.

“Harapan kami, para ibu hamil memperoleh informasi yang benar dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita bersama-sama dapat mewujudkan ibu yang sehat, bayi yang sehat serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Peringatan Hari Bidan Nasional 2026 ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara rumah sakit, organisasi profesi bidan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung pembangunan kesehatan, khususnya pada pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info