Reporter : Syamsul Akbar
KREJENGAN – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan RI dan musim tembakau, petani tembakau di Kecamatan Krejengan menggelar lomba rajang tembakau memakai mesin di Desa Opo Opo Kecamatan Krejengan, Jum’at (25/8/2023) sore. Petani tersebut mengadu skill merajang tembakau menggunakan mesin.
Aksi para petani tembakau inipun mendapatkan antusias dari warga sekitar. Mereka beramai-ramai mendatangi lokasi lomba untuk melihat dari dekat mesin siapa yang paling cepat dan rapi dalam merajang.
Lomba rajang tembakau memakai mesin ini diikuti oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Krejengan. Setidaknya ada 13 Gapoktan yang masing-masing membawa mesin rajangnya.
“Untuk kriteria penilaian dalam lomba rajang tembakau memakai mesin ini adalah kecepatan dan kerapian hasil rajangan tembakaunya,” kata Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Krejengan Dilla Hermanto.
Tidak hanya mesin rajang, para petani tembakau ini juga membawa hasil panen tembakau yang dijadikan bahan perlombaan. “Untuk teknis perlombaannya, mesin dihidupkan. Kemudian tembakau dimasukan dan menunggu aba-aba untuk merajang,” jelasnya.
Keseruan perlombaan merajang ini terjadi ketika mesin telah beroperasi. Dimana hasil rajangan menyembul keluar dengan kecepatan dan kerapian yang beragam. “Lomba ini digelar dengan tujuan untuk menjaga kekompakan para petani,” terangnya.
Sementara Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo Mudzakir menyampaikan mesin yang digunakan oleh para Gapoktan pada perlombaan tersebut merupakan mesin hasil hibah Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
“Perlomaan ini bertujuan untuk melihat seberapa efisien dan memastikan kondisi dan kegunaan mesin yang diterima oleh masing-masing Gapoktan. Penggunaan mesin ini guna mengefisienkan biaya ongkos kepada petani. Dengan dibawa mesinnya, kita bisa tahu bahwa mesin ini masih ada dan digunakan dengan baik,” pungkasnya. (wan)
