Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Pemkab Gelar Diklatsar Bagi Guru PAUD Lokus Stunting

Pemkab Gelar Diklatsar Bagi Guru PAUD Lokus Stunting

Reporter : Syamsul Akbar
GADING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) menggelar pendidikan dan pelatihan tingkat dasar (diklatsar) bagi guru PAUD lokus stunting di ruang meeting Songa Adventure Rafting Desa Condong Kecamatan Gading, Senin hingga Jum’at (3-7/10/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang guru PAUD berasal dari kecamatan lokus stunting. Yakni, Kecamatan Tiris sebanyak 7 orang, Kecamatan Krucil sebanyak 6 orang dan Kecamatan Banyuanyar sebanyak 7 orang.

Seluruh peserta diklatsar bagi guru PAUD lokus stunting harus terdaftar dalam akun SIMDIKLAT Kemendikbudristek hingga penilaian dan penetapan kelulusan hasil diklat. Sertifikat kelulusan ditetapkan dan diterbitkan oleh Direktur GTK PAUD dan DIKMAS.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber para guru PAUD yang sudah terlatih dan bersertifikat pelatih guru PAUD nasional PCP (Pelatihan Calon Pelatih) sebanyak 5 orang, Dinas Kesehatan 1 orang, Puspaga melalui Dinas DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) 1 orang dan Praktis Pendidikan PAUD (mantan Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo) 1 orang.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono didampingi Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi dan Analis Kebijakan Muda Massajo.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengungkapkan kegiatan ini bertujuan menyiapkan guru PAUD terampil dan kompeten dan bermutu dalam mengelola pembelajaran PAUD serta terampil menyusun rencana pembelajaran dan bahan ajar serta menyusun/membuat APE secara natural.

“Selain itu, mendukung program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo serta terampil melaporkan dan melaksanakan inovasi pembelajaran PAUD, kegiatan kelas parenting dan berkontribusi riil dalam percepatan penurunan stunting di masing-masing desanya, secara khusus desa lokus stunting,” ungkapnya.

Rozi menjelaskan diklatsar guru PAUD lokus stunting dilaksanakan selama 5 hari. Rinciannya, 3 hari untuk penyampaian teori, modul dan panduan pelaksanaan tugas mandiri bagi peserta dengan tatap muka dan 2 hari (visit lembaga PAUD belajar praktik baik dan microteaching dan audiensi peserta diklat bersama kepala desa lokus stunting).

“Tugas mandiri dan pendampingan selama 30 hari efektif dengan 5 kali pendampingan oleh petugas pendamping (Penilik PAUD atau Pengawas TK). Hasil tugas mandiri berupa buku laporan hasil kegiatan sesuai dengan sistematika dan standar sebagaimana buku pedoman diklat dasar guru PAUD yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek,” terangnya.

Sementara Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan program percepatan penurunan stunting merupakan program nasional sejak tahun 2019.

“Patut diapresiasi OPD Dinas Dikdaya secara kontinyu setiap tahunnya berkomitmen secara konvergen berkontribusi dalam program percepatan penurunan stuting melalui peningkatan komptensi guru PAUD. Langkah nyata ini sejalan dengan tugas dan tanggung jawab bersama dalam penurunan stunting,” katanya.

Menurut Nanang, Disdikdaya sebagai OPD terkait berperan secara konvergen dalam penurunan stunting melalui kegiatan pemenuhan gizi sensitif dalam bentuk kegiatan layanan PAUD berkualitas, kegiatan parenting dan peningkatan kapasitas guru PAUD dalam layanan tumbuh kembang dan pemenuhan gizi keluarga.

“Melalui Diklatsar guru PAUD lokus stunting ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan kompetensinya dalam layanan, pembimbingan dan penyuluhan kepada para orang tua peserta didik, menyebarluaskan ilmu dan informasi membantu desa dalam percepatan penurunan stunting. Peran guru PAUD bersama tenaga kesehatan dan para kader desa menjadi sangat strategis bahkan menjadi garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)