Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai persiapan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang, 70 personil Paskibraka Kabupaten Probolinggo mulai melakukan latihan di Alun-alun Kota Kraksaan sejak 8 hingga 15 Agustus mendatang.
Selain melakukan pemusatan latihan bagi 70 personil Paskibraka, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Diskopar) Kabupaten Probolinggo juga telah mengirimkan 2 personil terbaiknya untuk bergabung dengan Paskibraka Provinsi Jawa Timur bersama utusan 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Ketentuan tinggi badan untuk perempuan mulai 160-168 cm dan laki-laki mulai 170-178 cm. Selama latihan, mereka dibimbing oleh pelatih yang berasal dari personil TNI, Polri dan Diskopar Kabupaten Probolinggo. Latihan sendiri dimulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB setiap harinya.
Kepala Diskopar Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui Kepala Bidang Kepemudaan Yuliati mengatakan latihan ini difokuskan kepada pemantapan fisik, PBB serta pengaturan gerakan yang kompak. Serta teknik pengibaran dan penurunan bendera.
“Gerakan mereka harus kompak. Selain itu gerakan pola makan harus teratur sehingga kondisi fisik tetap terjaga. Disamping memberikan pembekalan kepada adik-adik terkait dengan kepaskibrakaan dalam rangka persiapan upacara HUT ke-77 Kemerdekaan RI,” katanya.
Menurut Yuli, awalnya seleksi tahun 2022 ini hanya difokuskan kepada pasukan 8 yang mengacu kepada tahun 2021. Dimana setelah dilakukan latihan, ternyata yang dipakai hanya pasukan 8 saja. Sementara pasukan 17 dan 45 hanya mengikuti secara virtual.
“Ternyata Pemerintah Daerah memutuskan untuk memakai pasukan lengkap 17, 8 dan 45. Karena waktunya yang mepet dan anggaran yang terbatas hanya untuk pasukan 8, maka kita ambilkan dari PPI (Purna Paskibraka Indonesia) Kabupaten Probolinggo tahun 2021. Untuk kekurangannya kita ambilkan dari siswa dan siswi tingkat SMA di Kecamatan Kraksaan,” jelasnya.
Yuli menjelaskan latihan paskibraka ini bertujuan untuk menampilkan tim pasukan pengibar bendera merah putih yang bagus dan bisa membawa nama baik Kabupaten Probolinggo. Sebab paskibraka ini merupakan ikon pada detik-detik peringatan Proklamasi ke-77 Kemerdekaan RI. Suksesnya terletak pada waktu mengibarkan dan menurunkan bendera merah putih dengan tepat dan baik.
“Tentu harapannya bisa terbentuk pasukan yang mampu menjadi petugas pengibar bendera yang akan melaksanakan tugasnya pada upacara detik-detik Proklamasi kemerdekaan RI ke-77. Tetap semangat dan selalu jaga kesehatan supaya dapat melaksanakan tugas dengan baik,” terangnya.
Lebih lanjut Yuli menerangkan dalam latihan ini akan dilakukan bongkar pasang personil. Karena memang masih mencari komposisi yang tepat bagi pasukan 17, 8 dan 45 yang akan bertugas sebagai Paskibraka Kabupaten Probolinggo.
“Harapannya untuk personil TNI dan Polri akan bergabung dan melakukan latihan bersama mulai tanggal 11 Agustus. Tahun ini, petugas TNI dan Polri yang akan bergabung dalam Paskibraka sebanyak 5 (lima) orang terdiri dari 3 personil TNI dan 2 personil Polri,” ungkapnya.
Yuli menambahkan saat hari terakhir latihan pada 15 Agustus mendatang akan dilakukan gladi bersih dan malamnya pengukuhan di Plt Bupati Probolinggo di Pendopo Kabupaten Probolinggo. “Khusus tanggal 16 Agustus kita liburkan agar anak-anak bisa lebih rileks saat melaksanakan tugas pada keesokan harinya,” pungkasnya. (wan)
