Tuesday, September 28, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Yadnya Kasada 2020 Hanya untuk Masyarakat Tengger : Begini Kata Tokoh Adat Tengger

Yadnya Kasada 2020 Hanya untuk Masyarakat Tengger : Begini Kata Tokoh Adat Tengger

Reporter : Hendra Trisianto
SUKAPURA – Ada banyak perbedaan pada ritual Yadnya Kasada tahun 2020 ini. Selain tidak dibuka untuk umum, beberapa acara pendukung dalam ritual ini juga ditiadakan. Kebijakan adat ini diberlakukan semata-mata demi untuk mengurangi resiko penyebaran COVID-19 yang sampai saat ini belum berakhir.

Hal ini disampaikan Tokoh Adat Masyarakat Tengger Supoyo saat menerima kunjungan Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari, SE dan Wakil Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko bersama segenap anggota Forkopimda Kabupaten Probolinggo dalam acara ramah tamah perayaan Yadnya Kasada 1942 Saka/ Tahun 2020 Senin (6/7/2020) malam di aula wisma Ucik, Desa Wonotoro Kecamatan Sukapura.

“Kami bersama segenap masyarakat Tengger, tokoh adat, rama dukun dan para sesepuh desa telah bersepakat ritual Yadnya Kasada tahun ini hanya untuk masyarakat Tengger. Hal ini agar tidak membebani Pemerintah Kabupaten Probolinggo terkait resiko penyebaran virus Corona,” kata Supoyo dalam sambutannya.

Supoyo mengatakan, kebijakan adat tersebut juga menjadi kesepakatan bersama bagi masyarakat Tengger pada tiga wilayah kabupaten lainnya yang juga sama-sama melaksanakan ritual adat Yadnya Kasada pada kawasan Gunung Bromo, yakni Kabupaten Lumajang, Pasuruan dan Malang.

“Jadi ini sama dengan pelaksanaan Yadnya Kasada pada jaman lampau, saat Gunung Bromo ini belum dicanangkan sebagai Taman Nasional. Mudah-mudahan dengan suasana khidmat ritual Kasada, doa para sesepuh dan kita, pandemi COVID-19 mampu kita lalui dan kita dimampukan hidup beradaptasi,” jelasnya.

Lebih lanjut anggota DPRD Kabupaten Probolinggo ini meminta kepada Pemkab Probolinggo dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 agar terus mengawasi penerapan protokol kesehatan di wilayahnya. Meskipun para “jaga baya” Tengger selalu aktif dan masyarakat relatif patuh terhadap protokol kesehatan.

“Bisa dikatakan Kasada kali ini sebagai pilot project sekaligus bukti kesiapan kami masyarakat Tengger baik di luar pelaku wisata maupun para pelaku wisata. Jika nantinya penerapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19 diberlakukan, maka kita semua punya gambaran atas kesiapan kami,” tandasnya. (dra)