Saturday, April 13, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Whestia Kristiantin Heri Sulistyanto Jabat Ketua Antar Waktu DWP Kabupaten Probolinggo

Whestia Kristiantin Heri Sulistyanto Jabat Ketua Antar Waktu DWP Kabupaten Probolinggo

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Whestia Kristiantin Heri Sulistyanto akhirnya resmi menjabat sebagai Ketua Antar Waktu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo menggantikan Rita Erik Ugas Irwanto yang saat ini menjabat sebagai Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo.

Jum’at (13/10/2023) pagi dilakukan serah terima jabatan (sertijab) Pergantian Antar Waktu (PAW) Ketua DWP Kabupaten Probolinggo dari Rita Erik Ugas Irwanto kepada Whestia Kristiantin Heri Sulistyanto di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin mewakili Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto selaku Pembina DWP Kabupaten Probolinggo.

Prosesi sertijab Ketua Antar Waktu DWP Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh pengurus DWP Kabupaten Probolinggo serta Ketua DWP OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto selaku Penasehat DWP Kabupaten Probolinggo menyampaikan apresiasi atas kinerja Dharma Wanita Persatuan dan berharap kinerja selama ini dapat lebih dioptimalkan lagi.

“Saya meminta agar segenap pengurus Dharma Wanita Persatuan lebih pro aktif dalam menghidupkan organisasi dengan selalu setia dan bekerja keras untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran kaum perempuan umumnya dan kaum istri para Pegawai Negeri Sipil khususnya, terlebih sebagi mitra strategis pemerintah.

Istri Pj Bupati Probolinggo ini menjelaskan kiprah ibu-ibu DWP telah memberikan warna tersendiri bagi penyelenggaraan pembangunan di daerah maupun di wilayah kerja masing-masing selama ini bersama dengan stakeholder yang ada. “DWP unsur pelaksana harus bisa menjadi penyemangat sekaligus pendukung bagi suami masing-masing dalam kinerjanya, dimanapun suami ditempatkan,” terangnya.

Menurutnya, istri harus bisa menjadi “penjaga hati suami” agar suami dapat bekerja dengan baik, benar dan selamat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya jadikan langkah kita selalu mulia di mata Tuhan dan sesame, bisa menghargai dan menggali potensi yang ada dengan optimal, selalu berfikir dan bertindak positif, semangat dan pantang menyerah, bekerja penuh dedikasi, disiplin, kreatif dan penuh tanggung jawab serta mensejahterakan anggota dan masyarakat. “Saya yakin, apabila point-point tersebut bisa kita pegang teguh dalam setiap langkah kerja kita, niscaya dimanapun kita bekerja akan ada saja kebaikan,” tegasnya.

Sementara Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin mewakili Pj Sekda Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto selaku Pembina DWP Kabupaten Probolinggo mengatakan sebagai organisasi istri PNS atau ASN yang besar di Indonesia, sudah seharusnya DWP mengambil peran strategis dan berperan aktif dalam pembangunan nasional.

“Potensi DWP mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota sampai kecamatan dan kelurahan, menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan untuk memberikan kontribusi penuh dalam mensukseskan program nasional,” katanya.

Menurut Hudan, kontribusi DWP dalam turut serta menyelesaikan masalah bangsa telah masuk dalam program prioritas yang telah ditetapkan bersama, yaitu pembinaan pendidikan di lingkungan DWP dan masyarakat, pemberdayaan ekonomi produktif dan kreatif bagi anggota dan masyarakat serta implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

“Dengan program prioritas tersebut, DWP di semua tingkat kepengurusan bisa ikut aktif dan berperan nyata sebagai motivator lapangan, memberikan advokasi kepada anggota dan masyarakat dalam penyelesaian masalah bangsa secara antisipatif,” jelasnya.

Hudan menegaskan bahwa Pemerintah Daerah tidak bisa tinggal diam melihat kemerosotan moral yang terjadi saat ini. Seperti kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak, termasuk kekerasan seksual yang terjadi terhadap anak-anak di bawah umur, penyalahgunaan dan peredaran narkoba khususnya di kalangan remaja.

“Hal-hal tersebut menjadikan kita semua menyadari bahwa peningkatan kualitas dan ketahanan keluarga merupakan salah satu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut Hudan menerangkan bahwa Pemerintah Daerah telah merealisasikan kepeduliannya terhadap perempuan melalui aplikasi Lapor Kanda. Aplikasi tersebut merupakan kontak saran dan keluhan yang bisa dilakukan melaui telephone, SMA dan mengirim email. “Terkait dengan layanan tersebut, kami berupaya seresponsif mungkin agar permasalahn yang dikeluhkan dan dikonsultasikan bisa segera ditangani,” pungkasnya. (wan)