Tuesday, October 19, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Warga Desa Brabe Dilatih Make Up Artis

Warga Desa Brabe Dilatih Make Up Artis

Reporter : Syamsul Akbar
MARON – Sedikitnya 10 orang warga Desa Brabe Kecamatan Maron mendapatkan pelatihan make up artis dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo, Selasa hingga Kamis (20-22/8/2019).

Kegiatan pembinaan dan pelatihan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat melalui pelatihan MUA, publik speaking dan interpreneurship yang didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2019 ini ditutup secara resmi oleh Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono, Kamis (22/8/2019).

Penutupan pelatihan make up artis yang dilaksanakan di Kantor Desa Brabe Kecamatan Maron ini ditandai dengan penyerahan sertifikat pelatihan secara simbolis dan hadiah kepada peserta terbaik oleh Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono

Turut hadir dalam penutupan tersebut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPPKB Kabupaten Probolinggo Amalia Etiq Primahayu, Koordinator PLKB Kecamatan Maron, Kasi Kesra Desa Brabe Pathor serta narasumber dari Wulan Afnan Dringu.

Kasi Kesra Desa Brabe Kecamatan Maron Pathor menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh DPPKB Kabupaten Probolinggo dengan memberikan pelatihan make up artis bagi masyarakat Desa Brabe Kecamatan Maron.

“Alhamdulillah, setelah dilatih selama tiga hari mereka sudah terampil dan hasilnya luar biasa. Silahkan terus berlatih untuk lebih meningkatkan ketrampilannya dan menjalin kerja sama dengan beberapa usaha rias manten atau pemilik salon yang ada di Desa Brabe. Kalau sudah dikenal dan hasilnya bagus nanti bisa membuka usaha sendiri,” ungkapnya.

Sementara Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengungkapkan dalam pelatihan di setiap kecamatan pihaknya mengambil peserta khusus dari data yang masuk di dalam Basis Data Terpadu (BDT) kemiskinan. Paling tidak nantinya mereka bisa mengembangkan sendiri dengan baik sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan perekonomian keluarganya.

“Minimal hasil dari pelatihan ini nantinya bisa dipakai untuk dirinya sendiri. Kita berharap para peserta ini bisa lebih mengembangkan lagi ketrampilannya agar mampu meningkatkan perekonomian keluarganya. Awalnya, mereka bisa bekerja sama dengan pemilik usaha salon yang ada di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga hasilnya bisa dikenal oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Shodiq, peluang untuk usaha make up ini sangat terbuka lebar. Tergantung bagaimana mereka bisa memolesnya dan berlatih lebih giat lagi. Serta mengembangkan ketrampilan dirinya dengan baik. “Saya sarankan supaya mereka membentuk suatu kelompok agar bisa lebih kuat dan nanti pengembangannya lebih mudah,” tegasnya.

Terpisah Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPPKB Kabupaten Probolinggo Amalia Etiq Primahayu mengungkapkan pelatihan make up artis ini bertujuan sebagai upaya pemberdayaan perempuan agar selain polos dan lugu bisa menjadi perempuan yang memiliki kemampuan ketrampilan.

“Minimal mereka sudah memililki pendapatan dan sumber daya ekonomi keluarga. Misalnya mereka menerima jasa untuk make up, maka tentunya akan memperoleh penghasilan. Setidaknya nanti mereka menjadi perempuan yang lebih maju dan maju melalui potensi-potensi yang dimilikinya,” katanya. (wan)