Monday, September 20, 2021
Depan > Kesehatan > Vaksinasi Dapat Kurangi Tingkat Keparahan Jika Tertular Covid-19

Vaksinasi Dapat Kurangi Tingkat Keparahan Jika Tertular Covid-19

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Vaksinasi Covid-19 adalah pemberian vaksin Covid-19 untuk menimbulkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit. Saat ini vaksin yang digunakan di Indonesia adalah vaksin Sinovac, cara pemberiannya 2 dosis dengan interval waktu minimal 14 hari.

“Perlu kita pahami bahwa antibodi yang terbentuk dari vaksinasi dosis pertama (2 minggu setelah penyuntikan) maksimal 52% dan antibodi baru mencapai titer maksimal (lebih dari 95%) setelah 28 hari dari penyuntikan vaksin dosis kedua,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

Jadi antibodi yang timbul masih rendah setelah seminggu divaksinasi Covid-19, jika tidak disiplin protokol kesehatan masih sangat mungkin terinfeksi virus. “Apabila kita sudah divaksinasi dosis pertama, bukan berarti tubuh kita sudah kebal lantas tidak lagi menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Menurut Dewi, antibodi yang ditimbulkan dari vaksinasi Covid-19 (IgG, IgM, NAb) membuat tubuh kita menjadi tidak sakit atau sakit ringan saat terinfeksi virus, tetapi belum dapat mencegah virus masuk ke tubuh kita dan tidak dapat mencegah penularan Covid-19.

“Kita juga memerlukan Imunoglobulin A (IgA) untuk melindungi dinding saluran pernafasan dapat mencegah virus menempel di saluran pernafasan,” terangnya.

Kesimpulannya jelas Dewi, vaksinasi butuh proses untuk bekerja menimbulkan kekebalan dan kekebalan tersebut belum diketahui akan bertahan berapa lama. Respon imun setiap orang berbeda-beda terhadap vaksinasi, masing-masing tubuh mempunyai waktu sendiri-sendiri terhadap pembentukan antibodi.

“Vaksin Sinovac berisi komponen virus mati, sehingga vaksin tersebut tidak malah menyebabkan terinfeksi Covid-19. Paska vaksinasi tidak menghilangkan risiko tertular Covid-19. Vaksinasi dapat mengurangi risiko tingkat keparahan jika tertular Covid-19,” tegasnya.

Dewi menambahkan saat ini angka kasus positif Covid-19 masih tinggi, sehingga protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas (5M) adalah cara terbaik utk menghindari penularan Covid-19 walaupun sudah divaksinasi.

“Untuk mencapai Herd Imunity masih butuh waktu lama, mari kita dukung Program Vaksinasi sebagai upaya untuk menuntaskan pandemi ini. Stay healthy, stay safe,” pungkasnya. (wan)