Thursday, November 26, 2020
Depan > Kesehatan > Waspadai Happy Hypoxia Syndrome Bagi Penderita COVID-19 Gejala Ringan

Waspadai Happy Hypoxia Syndrome Bagi Penderita COVID-19 Gejala Ringan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Silent Hypoxia atau nama kerennya happy hypoxia syndrome merupakan kondisi penderita COVID-19 dengan gejala ringan tetapi kadar oksigen dalam darah mendadak turun. Normalnya kadar oksigen dalam darah kita lebih dari 95%.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica, Minggu (20/9/2020) malam. “Mereka yang mengalami happy hypoxia tidak menyadari jika paru-paru mereka mengalami kerusakan lantaran tidak adanya keluhan gangguan nafas apapun serta masih dapat beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Saat kadar oksigen turun, otak (penderita COVID-19) tidak merespon oleh karena gangguan transmisi sinyal ke otak sehingga oksigen dapat turun sampai ke tingkat terendah dan dapat mengancam nyawa.

“Untuk mengantisipasi dan mendeteksi happy hypoxia, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan gaess. Pertama, coba tarik nafas dalam 2-3 kali, tahan selama 20 detik, bila timbul rangsangan batuk, perlu diwaspadai risiko hypoxia. Kedua, menggunakan alat pulse oximetry yang dijepitkan pada ujung jari untuk mengukur saturasi oksigen,” jelasnya.

Menurut Dewi, kedua cara itu dilakukan secara berkala minimal pagi-siang-sore/malam. Pasien dan keluarganya juga perlu diingatkan agar lebih waspada jika timbul kondisi seperti frekuensi nafas cepat, merasa mudah lelah serta adanya rasa berat didada saat bernafas.

“Jika terjadi kondisi-kondisi tersebut, maka segera memeriksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat, apalagi jika kemudian gejalanya bertambah berat, walaupun belum merasa sesak, sebaiknya segera datang ke rumah sakit. Nanti, di rumah sakit akan dilakukan pemeriksaan rontgen paru-paru dan diukur saturasi oksigen untuk mengetahui ada penurunan kadar oksigen atau tidak,” jelasnya.

Jadi, happy hypoxia ini tidak memperlihatkan gejala khusus, akan tetapi penderitanya dapat mengalami kerusakan paru yang parah, sehingga seringnya baru terdeteksi saat kondisi sudah parah.

“Perlunya saling mengingatkan bersama, bahwa virus COVID-19 masih ada di sekitar kita dan memiliki banyak gejala yang menyerupai berbagai macam penyakit, sehingga mari kita tidak meremehkan virus ini tetapi tidak juga panik berlebihan,” terangnya.

Selalu terapkan protokol kesehatan, terutama setiap beraktivitas di luar rumah. INGAT selalu 3M : Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir secara rutin, dan Menjaga jarak.

“Yuuk, bersama kita bisa hadapi ujian ini untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo sehat dan Indonesia sehat, sehingga kita bisa kembali Happy seperti sedia kala. Tetap jaga imun dan iman yaa, salam sehat,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal