Monday, November 18, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Warga Kelurahan Kraksaan Wetan Dilatih Olahan Makanan

Warga Kelurahan Kraksaan Wetan Dilatih Olahan Makanan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sedikitnya 25 orang warga masyarakat Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan mendapatkan pelatihan olahan makanan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Senin (23/9/2019).

Kegiatan yang menggunakan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2019 ini menghadirkan narasumber hadir dari IKM Mamin Kecamatan Banyuanyar yang memberikan materi tentang pembuatan beberapa olahan makanan.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Perindustrian Sri Edi Lestarini mengungkapkan pelatihan olahan makanan ini dimaksudkan dalam rangka untuk peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) agar mampu dan mau meningkatkan ekonomi keluarganya sebagai upaya mengangkat pembangunan ekonomi di Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan olahan makanan kepada masyarakat sehingga nantinya dapat dipasarkan kepada masyarakat secara luas,” ungkapnya.

Menurut Sri Edi Lestarini, pelatihan olahan makanan ini bertujuan untuk memacu semangat masyarakat agar mampu menghasilkan produk yang diminati oleh pasar. Karena ke depan, di Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan akan dibentuk sebuah Kampung Kuliner. Setiap hari tertentu, semua produk olahan makanan akan dipasarkan secara masal di sepanjang jalan untuk menarik perhatian pengguna jalan agar membelinya.

“Ini merupakan cikal bakal akan dibentuknya Kampung Kuliner di Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan. Oleh karena itu, masyarakat harus semangat dalam mengikuti pelatihan ini mulai dari teori hingga praktek membuatnya,” jelasnya.

Untuk memudahkan komunikasi dan memonitor perkembangan produk olahan makanan yang dihasilkan, Sri Edi Lestarini mengharapkan adanya sebuah grup khusus sehingga bisa terpantau kegiatannya setelah mengikuti pelatihan.

“Setidaknya bisa menjadi sarana untuk mengevaluasi. Jika memang tidak ada manfaatnya maka tidak akan dilanjutkan. Tetapi sebaliknya, jika pelatihan ini bermanfaat maka akan ditingkatkan lagi, baik itu pemasaran maupun packagingnya. Oleh karena itu agar memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

Melalui kegiatan ini Sri Edi Lestarini mengharapkan bisa menambah lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran masyarakat. Karena dengan pelatihan ini tentunya akan membutuhkan banyak tenaga kerja dari tetangga sekitar tempat tinggalnya.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini ada peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan. Dengan pendapatannya bertambah, tentu kesejahteraannya akan lebih meningkat,” pungkasnya.

Sementara Lurah Kraksaan Wetan Ali Susilo mengatakan pelatihan olahan makanan ini patut disyukuri karena akan mendapatkan ilmu yang orang lain belum tentu mendapatkan kesempatan. “Saya harapkan agar kegiatan ini diikuti dengan serius. Hal ini penting karena tanpa adanya komitmen maka kegiatan ini akan sia-sia,” katanya.

Menurut Alim, pelatihan ini bertujuan agar kemampuan SDM bisa meningkat dan akan berimbas kepada ekonomi keluarga. “Kalau sudah bisa membuat kue maka pikirkan pemasarannya. Nantinya ada sebuah keinginan bagaimana ada kegiatan bazar di sepanjang jalan Kelurahan Kraksaan Wetan yang memasarkan beragam produk masyarakat. Harapannya agar mampu menambah pendapatan dan produknya semakin dikenal,” harapnya. (wan)

cww trust seal