Friday, November 22, 2019
Depan > Kesehatan > Wabup Timbul Buka Orientasi Peningkatan Kapasitas Kader PPKBD

Wabup Timbul Buka Orientasi Peningkatan Kapasitas Kader PPKBD

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Senin (15/7/2019) membuka kegiatan orientasi peningkatan kapasitas kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.

Pembukaan orientasi peningkatan kapasitas kader PPKBD ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Yenrizal Makmur. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo ini dilakukan dalam rangka peningkatan pencapaian parameter Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Orientasi yang mengambil tema “Optimalisasi Peran PPKBD Dalam Penyelenggaraan Program KKBPK” ini diikuti oleh 330 kader PPKBD dari 330 desa di Kabupaten Probolinggo serta 24 Koordinator KB Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan, para PPKBD ini akan mendapatkan materi kebijakan IMP dalam penyelenggaraan program KKBPK, kebijakan penyelenggaraan program KKBPK di Kabupaten Probolinggo, peran kader PPKBD dalam pelaksanaan program KB dan KK, peran kader PPKBD dalam pelaksanaan program PP dan PA, peran kader PPKBD dalam pelaksanaan program pengendalian penduduk dan pendataan keluarga serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman PPKBD tentang sinkronisasi program KKBPK dengan kebijakan Dana Desa.

Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengungkapkan PPKBD merupakan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP). Dimana kader IMP merupakan sumberdaya manusia lokal yang sangat penting dan menjadi satu kekuatan yang dapat diandalkan untuk tetap dapat mempertahankan keberhasilan program KB di masyarakat seiring dengan jumlah penyuluh KB yang aktif dan pensiun.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan memantapkan kepedulian dan peran serta PPKBD dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kebijakan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK),” ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengatakan upaya membangun Indonesia dimulai dari keluarga adalah sebuah cita-cita pembangunan nasional yang pada dasarnya bertujuan untuk membangun SDM yang berkualitas dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan bangsa dalam semua bidang kehidupan.

“PPKBD selaku Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) sebagai bagian dari penggerak kegiatan pembangunan di lapangan diharapkan mampu untuk melaksanakan fungsinya dengan baik. Karena bagaimanapun pembangunan dalam bidang KKBPK tidak mungkin dapat dilaksanakan sendiri oleh pemerintah tanpa melibatkan peran serta masyarakat dalam hal in adalah Kader IMP atau PPKBD,” katanya.

Menurut Wabup Timbul, PPKBD harus bisa memahami bahwa keberhasilan program KKBPK ditandai dengan penurunan laju pertumbuhan penduduk, penurunan tingkat fertilitas, peningkatan kesadaran masyarakat tentang makna keluarga kecil dan adanya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat.

“Penyuluh KKBPK sebagai penggerak program KKBPK di desa/kelurahan salah satunya adalah melakukan pembinaan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP). Hal ini sangat strategis mengingat bahwa cakupan layanan penyuluh KKBPK sangat luas. Sementara saat ini jumlah
penyuluh KKBPK dibandingkan dengan jumlah desa/kelurahan belum ideal,” jelasnya.

Wabup Timbul menambahkan keterlibatan IMP yang terdiri dari kader PPKBD dan Sub PPKBD dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang norma keluarga kecil sebagai misi dari program KKBPK sangatlah efektif. Kader PPKBD dan Sub PPKBD merupakan unsur terdekat untuk membina masyarakat dan kelompok-kelompok masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan orientasi ini akan meningkatkan kepedulian dan peran serta kader PPKBD agar mampu menuadi pengelola dan pelaksana program dalam KKBPK yang dinamis dan mandiri serta mantap dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian kelahiran dan penurunan angka kematian, membantu calon suami istri dalam mengambil keputusan dan bertanggungjawab tentang usia ideal perkawinan, usia ideal untuk melahirkan, jumlah ideal anak, jarak ideal kelahiran anak dan penyuluhan kesehatan reproduksi. Sekaligus mampu menghidupkan dan membina kelompok-kelompok kegiatan (poktan),” pungkasnya.

Sedangkan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Yenrizal Makmur menyampaikan bahwa kegiatan orientasi peningkatan kapasitas kader PPKBD di Kabupaten Probolinggo ini merupakan terbesar ketika di Jawa Timur.

“Kegiatan yang dilakukan oleh IMP, PPKBD dan kelompok masyarakat muara akhirnya adalah membangun SDM yang berkualitas di masing-masing keluarga dalam satu kesatuan Indonesia. Setiap PPKBD membawahi desa yang bersentuhan langsung dengan keluarga,” ujarnya.

Menurut Yenrizal, untuk Kabupaten Probolinggo yang sangat mendasar bagaimana peningkatan kehidupan keluarga dan remaja. Ini sangat penting karena kita membangun generasi seterusnya bagaimana SDM yang lahir adalah keluarga yang berkualitas. Bila menikah pada usia yang belum cukup dan belum siap untuk berkeluarga maka akan menjadi permasalahan baru di keluarga. Salah satunya adalah masalah stunting.

“Hal itu terjadi karena kurang siapnya ayah dan ibunya terhadap pola asuh, asuhan gizi dan ASI karena kurangnya pengetahuan dan pendidikan yang rendah. Terima kasih kader PPKBD untuk saling mengisi ke depan akan menyongsong Indonesia emas tahun 2045. Dimana Indonesia bertekad menjadi negara maju dan yang akan mengisi adalah mereka yang lahir mulai saat ini. Banggalah menjadi bagian dari PPKBD yang mampu memberikan manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono menyerahkan cinderamata berupa batik tulis kesetaraan gender kepada Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Yenrizal Makmur dan Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko. (dra)

cww trust seal