Tuesday, October 22, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Usulkan Pemusnahan 1.884 Berkas Arsip ke ANRI

Usulkan Pemusnahan 1.884 Berkas Arsip ke ANRI

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Tahun 2019 ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo sedang mengusulkan pemusnahan 1.884 berkas arsip dari 6 (enam) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia).

Rinciannya, 336 berkas dari Kecamatan Dringu, 614 berkas dari Kecamatan Kraksaan, 240 berkas dari Kecamatan Banyuanyar, 167 berkas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, 165 berkas dari Dinas Kesehatan dan 362 berkas dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Usulan pemusnahan ribuan berkas arsip ke ANRI ini diawali dengan rapat penilaian arsip dari 6 OPD di ruang Pustakaloka Dispersip Kabupaten Probolinggo, Rabu (9/10/2019). Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta terdiri dari 6 (enam) OPD pemilik arsip yang dinilai dan 3 orang anggota.

Panitia pelaksanaan penilaian arsip Kabupaten Probolinggo tahun 2019 berasal dari Bagian Hukum, Inspektorat, Badan Keuangan Daerah, Kasubag Umum Kepegawaian di lingkungan Pemkab Probolinggo serta Bidang Kearsipan Dispersip Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menilai arsip 6 OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo yang habis retensinya, guna diusulkan untuk dimusnahkan, dipermanenkan atau dinilai kembali dengan persetujuan ANRI,” kata Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Endang Astuti melalui Kasi Arsip Dinamis Sri Astutik.

Menurut Sri Astutik, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dispersip di tahun 2018 telah memproses pengajuan penilaian arsip 8 OPD yang saat ini akan dinilai kembali oleh tim penilaian arsip Kabupaten Probolinggo tahun 2019 yang terdiri dari unsur Bagian Hukum, Badan Keuangan Daerah, Inspektorat, Arsiparis dan Bidang Kearsipan pada Dispersip Kabupaten Probolinggo serta OPD pemilik arsip tersebut.

“Dari hasil proses penilaian tersebut, selanjutnya kami akan mengajukan arsip usul musnah kepada ANRI guna mendapatkan persetujuan untuk pemusnahan arsip disertai Surat Keputusan Bupati Probolinggo,” jelasnya.

Sri Astutik menerangkan penilain arsip ini bertujuan sebagai pendataan ulang terhadap arsip inaktif pada depo arsip serta menentukan akhir dari arsip inaktif yang habis retensinya dengan keterangan dinilai kembali apabila masih ragu-ragu, dipermanenkan apabila masih digunakan selamanya dan dimusnahkan apabila sudah tidak memiliki nilai guna, tidak ada peraturan perundang-undangan yang melarang dan tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara.

“Semoga penilaian arsip ini akan memberikan manfaat kepada seluruh perangkat daerah untuk lebih giat dan tertib dalam mengelola arsip di wilayah kerja masing-masing sehingga arsip dapat terkelola sesuai standar yang berlaku dan pada saatnya dapat dilaksanakan penilaian dan pemusnahan terhadap arsip yang sudah habis retensinya,” harapnya.

Selanjutnya dalam kesempatan tersebut, perwakilan 6 (enam) OPD mendapatkan materi tentang penilaian dan pemusnahan arsip dari arsiparis Dispersip Kabupaten Probolinggo. (wan)