Friday, September 20, 2019
Depan > Kemasyarakatan > UPT BLK Gelar Uji Kompetensi Kejuruan Menjahit

UPT BLK Gelar Uji Kompetensi Kejuruan Menjahit

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Untuk mengukur kemampuan para alumni pelatihan berbasis kompetensi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar sertifikasi/uji kompetensi kejuruan menjahit, Jumat (2/8/2019) di UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo.

Sertifikasi/uji kompetensi sebagai kegiatan pembinaan dan pelatihan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat melalui pelatihan berbasis kompetensi ini diikuti sebanyak 16 orang dari kejuruan menjahit. Kegiatan ini menghadirkan penguji/asesor sertifikasi/uji kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) 2 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja (PK) Singosari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin melalui Kepala UPT BLK Ali Imron mengungkapkan sertifikasi atau uji kompetensi ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana materi yang sudah diserap selama mengikuti pelatihan berbasis kompetensi.

“Selain itu, untuk memberikan pengakuan kepada alumni peserta pelatihan berbasis kompetensi atas bekal ketrampilan yang dimilikinya secara nasional. Sehingga memudahkan ketika memasuki dunia kerja ataupun membuka usaha secara mandiri,” ungkapnya.

Dengan adanya uji kompetensi ini Imron mengharapkan agar masyarakat mengetahui kemampuan yang dimilikinya sudah cukup apa masih perlu belajar kembali. Hal ini penting agar apabila mau melamar pekerjaan ketrampilannya sudah diakui oleh perusahaan. Apalabila ada tes terkait kompetensi tersebut bisa langsung dilewati.

“Saya menghimbau kepada para alumni agar siap-siap berlomba-lomba dan bersaing di dunia kerja. Sebab kalau hanya mengandalkan bekerja mandiri maka akan sulit untuk berkembang. Alangkah baiknya untuk masuk ke dunia kerja dahulu, setelah itu baru kemudian membuka usaha secara mandiri,” pungkasnya.

Manager Mutu LSP2 UPT PK Singosari Tri Basuki Rahmat mengatakan bahwa sebenarnya ini bukan ujian tetapi pembuktian kompetensi berupa uji kompetensi oleh seorang assesor terhadap peserta bahwa mereka itu benar-benar kompeten yang dilatih oleh UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo.

“Tugas LSP itu adalah kepanjangan tangan dari BNSP Jakarta untuk melihat kompetensi yang dimiliki oleh para peserta latihan. Tugas kami untuk membuktikan bahwa mereka nanti sudah terbukti dengan pembuktian skill, knowlage dan performancenya,” ungkapnya.

Menurut Tri Basuki, kalau mereka sudah dibuktikan dan memang benar-benar sudah sesuai dengan kompetensi, maka asesor mempunyai suatu keputusan untuk merekomendasikan bahwa mereka sudah kompeten. Nanti LSP akan melakukan sidang pleno untuk menentukan apakah semuanya sudah dilaksanakan.

“Kalau itu sudah terjadi, maka pihak LSP akan menyerahkan dokumen ke BNSP untuk mendapatkan sertifikat kompetensi dengan masa berlakunya 3 tahun dari keluarnya surat itu. Setelah selesai 3 tahun nanti akan ada perpanjangan cukup dengan menyerahkan portofolionya dan tidak perlu dilakukan uji kompetensi lagi,” jelasnya.

Tri Basuki menerangkan proses keluarnya sertifikat dari uji kompetensi sekitar 1 bulan. Nanti langsung akan diproses karena semuanya online dan tidak datang langsung ke Jakarta. Nantinya akan diserahkan dokumen dan foto copy KTP ke BNSP, baru kemudian sertifikatnya akan keluar sesuai kejuruan dan bidangnya dengan dokumen yang diberikan.

“Baru kita serahkan kepada pihak penyelenggara yaitu BLK Kabupaten Probolinggo. Kewajiban pemilik sertifikat adalah mereka harus memelihara kompetensi itu dengan cara bagaimana bekerja di perusahaan maupun mandiri sebagai pembuktian bahwa mereka benar-benar sudah kompeten,” pungkasnya. (wan)