Monday, November 18, 2019
Depan > Kemasyarakatan > UPT BLK Gelar Uji Kompetensi Kejuruan Menjahit dan Instalasi Listrik

UPT BLK Gelar Uji Kompetensi Kejuruan Menjahit dan Instalasi Listrik

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Untuk mengukur kemampuan para alumni pelatihan berbasis kompetensi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar sertifikasi/uji kompetensi kejuruan menjahit dan instalasi listrik, Kamis dan Jumat (28-29/3/2019) di UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo.

Sertifikasi/uji kompetensi sebagai kegiatan pembinaan dan pelatihan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat melalui pelatihan berbasis kompetensi ini diikuti sebanyak 16 orang dari kejuruan menjahit dan 16 orang dari kejuruan instalasi listrik. Kegiatan ini menghadirkan penguji/asesor sertifikasi/uji kompetensi dari Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker kabupaten Probolinggo Ach. Fauzie Effendy melalui Kepala UPT BLK Ali Imron mengungkapkan sertifikasi atau uji kompetensi ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana materi yang sudah diserap selama mengikuti pelatihan berbasis kompetensi.

“Selain itu, untuk memberikan pengakuan kepada alumni peserta pelatihan berbasis kompetensi atas bekal ketrampilan yang dimilikinya secara nasional. Sehingga memudahkan ketika memasuki dunia kerja ataupun membuka usaha secara mandiri,” ungkapnya.

Dengan adanya uji kompetensi ini Imron mengharapkan agar masyarakat mengetahui kemampuan yang dimilikinya sudah cukup apa masih perlu belajar kembali. Hal ini penting agar apabila mau melamar pekerjaan ketrampilannya sudah diakui oleh perusahaan. Apalabila ada tes terkait kompetensi tersebut bisa langsung dilewati.

“Saya menghimbau kepada para alumni agar siap-siap berlomba-lomba dan bersaing di dunia kerja. Sebab kalau hanya mengandalkan bekerja mandiri maka akan sulit untuk berkembang. Alangkah baiknya untuk masuk ke dunia kerja dahulu, setelah itu baru kemudian membuka usaha secara mandiri,” pungkasnya.

Sementara Asesor dari BBPLK Kota Semarang Taufan Adjie mengatakan sertifikasi/uji kompetensi ini merupakan program dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI melalui BBPLK Semarang. Karena selain memberikan paket pelatihan berbasis kompetensi, dilakukan pula sertifikasi/uji kompetensi bagi alumni yang sudah mengikuti pelatihan.

“Setelah berlatih selama 35 hari diakhiri dengan sertifikasi agar ketrampilan yang dimiliki bisa mendapatkan pengakuan dari BBPLK Semarang dan nasional dalam hal ini BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Nanti dari hasil uji kompetensi ini akan menghasilkan rekomendasi yang akan dibawa ke BBPLK Semarang untuk diplenokan. Apabila memenuhi syarat yang sudah ditentukan maka peserta akan mendapatkan sertifikat,” katanya.

Menurut Taufan, uji kompetensi ini didasarkan kepada kriteria kualitas dan ketepatan waktu. Para alumni ini mengikuti uji kompetensi selama 110 menit. Hasil dari uji kompetensi ini akan keluar maksimal dalam waktu sebulan. Kepemilikan sertifikat ini tidak hanya diakui di wilayah secara nasional tetapi bisa menjadi bekal tatkala melamar pekerjaan di sebuah perusahaan.

“Masa berlaku sertifikat adalah 3 tahun dari tanggal dikeluarkannya sertifikat. Apabila sudah habis masa berlakunya maka harus dilakukan perpanjangan sertifikat. Kami menghimbau agar agar para alumni yang sudah nantinya mendapatkan sertifikat agar mau belajar kembali dan bisa memanfaatkan sertifikat yang sudah diraih,” harapnya. (wan)

cww trust seal