Sunday, December 8, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Uji Kompetensi Kejuruan Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan

Uji Kompetensi Kejuruan Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo menggelar uji kompetensi kejuruan pemasangan instalasi listrik bangunan, Selasa (29/10/2019).

Uji kompetensi yang dilaksanakan di UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo ini diikuti sebanyak 16 orang dari kejuruan pemasangan instalasi listrik bangunan. Kegiatan ini menghadirkan penguji/asesor sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin melalui Kepala UPT BLK Ali Imron mengungkapkan sertifikasi atau uji kompetensi ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana materi yang sudah diserap selama mengikuti pelatihan berbasis kompetensi. Selain itu, untuk mengetahui kemampuan siswa dari pelatihan berbasis kompetensi yang sudah diikutinya.

“Melalui uji kompetensi ini diharapkan masyarakat mengetahui sudah memiliki kompetensi atau tidak. Jika sudah memiliki kompetensi, dia sudah bisa melakukan pekerjaan. Hanya saja mereka tidak boleh terlena dengan kompetensinya, karena ilmu itu tidak akan ada habisnya. Oleh karena itu harus dikembangkan secara terus menerus,” katanya.

Sementara Penyelia dari LSP BBPLK Semarang Awal Dias Amanto mengatakan sertifikasi/uji kompetensi pemasangan instalasi listrik bangunan ini berguna nanti ketika anak-anak selesai pelatihan dan kemudian rekomendasi kompetensi dan sertifikat turun, maka bisa digunakan untuk mendaftar kerja dari Sabang sampai Merauke yang memiliki standar gaji minimal karena ada standarnya dan sertifikat kompetensi.

“Uji kompetensi ini fokus kepada pemasangan listrik di instalasi bangunan, segi keselamatan kerjanya, prakteknya dan teorinya serta sikapnya. Tiga aspek tersebut mencakup teori dan prakteknya,” ujarnya.

Menurut Awal, butuh waktu minimal 2 bulan bagi peserta untuk mendapatkan rekomendasi terhitung dari awal mengikuti uji kompetensi. Nantinya bagi yang dinyatakan kompeten akan mendapatkan sertifikat.

“Sertifikat ini hanya berlaku maksimal 3 tahun. Kewajibannya nanti harus diperpanjang lagi secara mandiri. Hanya saja uji kompetensinya sudah bukan di LSP BBPLK Semarang, tetapi ke LSP Listrik. Karena LSP BBPLK Semarang sendiri hanya khusus untuk pencari kerja,” jelasnya.

Awal berharap setelah sertifikatnya keluar bisa digunakan sebagaimana mestinya. Karena selama ini banyak terjadi setelah rekomendasi dan diterimakan sertifikat, maka mereka tidak tahu sertifikatnya mau dikemanakan. Seharusnya sertifikat ini digunakan untuk mendaftar kerja sesuai dengan bidangnya.

“Bagi masyarakat yang belum bekerja silahkan ikut pelatihan di BLK terlebih dahulu. Nantinya setelah pelatihan akan ada uji kompetensi yang bertujuan untuk meningkatkan ketrampilannya. (wan)

cww trust seal