Tuesday, October 27, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Turunkan Angka Kemiskinan, Bupati Tantri dan BPS Beraudiensi

Turunkan Angka Kemiskinan, Bupati Tantri dan BPS Beraudiensi

Reporter : Mujiono
PROBOLINGGO – Dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE melakukan audiensi dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo Bagus Sunggono di Peringgitan Rumah Dinas Bupati Probolinggo, Selasa (28/1/2020).

Masalah kemiskinan merupakan masalah yang komplek dan bersifat multidimensional yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, budaya dan lainnya yang terus menjadi masalah fenomenal. Pemerintah menetapkan penanggulangan kemiskinan sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan.

Saat ini hal hal penting untuk data-data sudah disiapkan oleh BPS Kabupaten Probolinggo yang bisa diakses melalui android pada situs BPS di www.probolinggokab.bps.go.id. Sedangkan untuk mengisi sensus penduduk dengan sistem online, semua masyarakat yang memiliki akses android nantinya bisa mengakses ke situs sensus di www.sensus.bps.go.id.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menanggapi secara serius tentang penanggulangan kemiskinan dan pengangguran pada saat audiensi dengan BPS Kabupaten Probolinggo. Dimana kegiatan ini diikuti oleh beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Bagus Sunggono menyampaikan kepada Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE bahwa selama periode 2012 hingga 2019 prosentase penduduk miskin di Kabupaten Probolinggo mengalami penurunan sebesar 4,46 persen. Yakni dari 22,22 persen di bulan Maret 2012 menjadi 17,76 persen di bulan Maret 2019.

“Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Probolinggo juga mengalami penurunan sebesar 41.280 jiwa, Dimana semula berjumlah sebanyak 248.500 jiwa pada bulan Maret 2012 menjadi 207.220 jiwa pada bulan Maret 2019. Angka pengangguran juga mengalami penurunan yang awalnya 4,15 persen menjadi 3,88 persen,” ungkapnya.

Upaya yang dilakukan untuk percepatan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo diantaranya melalui pengendalian harga beras yang nantinya kenaikan garis kemiskinan bisa ditekan, memperbaiki distribusi rastra (beras sejahtera), memastikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi program prioritas nasional dan mengurangi konsumsi rokok khususnya bagi masyarakat miskin.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menanggapi hasil laporan dari Kepala BPS Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, untuk memacu percepatan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo, nantinya dilakukan koordinasi dengan seluruh OPD dan Camat se-Kabupaten Probolinggo dengan cara dilakukan pengambilan gambar atau video testimoni mengisi online.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pengisian data secara online melalui android. Nanti pada bulan Juli, bagi masyarakat yang belum melakukan pengisian online akan dikunjungi dan dilakukan wawancara,” katanya. (y0n)

cww trust seal