Wednesday, August 21, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Turis Jerman Apresiasi Habitat Mangrove dan Satwa Liar Jenis Burung

Turis Jerman Apresiasi Habitat Mangrove dan Satwa Liar Jenis Burung

Reporter : Hendra Trisianto
GENDING – Dua orang turis pakar burung (ornitologist) asal Jerman, Dr Hans Valentine dan Anita Charlotte mengapresiasi habitat mangrove dan keanekaragaman hayati satwa liar jenis burung di spot hutan mangrove Desa Pajurangan Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo.

Kehadiran mereka Senin (12/08/2019) pagi, bersama komunitas fotografer satwa liar Probolinggo itu adalah untuk mendokumentasikan dan mengamati langsung salah satu burung endemik Jawa yang statusnya kini rentan punah, yakni Kacamata-Jawa (Zosterops Flavus).

Sebelumnya keberadaan koloni kecil burung Kacamata-Jawa tersebut ditemukan oleh komunitas fotografer satwa liar Probolinggo (5:am_wildlifephotography) yang kemudian diunggah di media sosial. Unggahan tersebut rupanya terendus oleh Birdpacker Birding Tour Guide yang acapkali mengalami kesulitan untuk melayani permintaan birding jenis burung Kacamata-Jawa.

“Saya suka sekali habitatnya, mangrovenya rapat dan juga ditambah kombinasi vegetasi lainnya, tidak heran jika burung cantik ini bertahan di sini karena makanannya sangat melimpah,” ungkap Dr Hans saat berhasil mendokumentasikan burung favoritnya itu.

Lebih lanjut Dr Hans mengungkapkan keprihatinannya atas populasi burung Kacamata-Jawa yang semakin hari kian memprihatinkan. Dia mengaku beberapa kali pada kesempatan birding tournya di Pulau Jawa, dirinya belum pernah menjumpai burung Kacamata-Jawa yang disebutnya Javan White Eye itu.

“Hari ini kami melihat langsung belasan Javan White Eye Probolinggo di alamnya. Ini merupakan berita yang sangat menggembirakan. Saya harap kami bisa birding lagi disini dan semoga burung ini bisa terlindungi dari perusakan habitat dan perburuan,” katanya.

Sadar akan potensi yang dimiliki, Kepala Desa Pajurangan Agus Sunaryo berencana untuk segera merumuskan aturan konservasi berupa Peraturan Desa (Perdes) sebagai upaya awal untuk melindungi kelestarian hutan mangrove dan beberapa jenis burung langka dilindungi yang juga hidup didalamnya.

“Hari ini kami belajar sesuatu, bahwa selain keindahan alam, daya tarik bagi wisatawan asing untuk datang ke Indonesia adalah kekayaan satwa liar endemiknya. Alhamdulillah salah satunya ternyata masih ada di wilayah kami,” kata purnawirawan Polri ini.

“Sebelumnya kami sudah intens dalam pelestarian mangrove di daerah pesisir. Ke depan akan lebih kami perhatikan dan sekaligus segera meyusulkan penyusunan peraturan desa yang juga berpihak kepada keberadaan satwa liar di wilayah kami,” pungkasnya. (dra)