Thursday, August 6, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Tingkatkan SDM Pengurus KPRI

Tingkatkan SDM Pengurus KPRI

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan berupa peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus KPRI di aula PK-PRI Kabupaten/Kota Probolinggo, Rabu (18/9/2019).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Siti Khoiriyah ini diikuti oleh 40 orang sekretaris koperasi terdiri dari unsur KPRI, Kopkar Tirta Niaga, Kopkar Perhutani dan Primkopad Kartika Kodim 0820 Probolinggo.

Sebagai narasumber berasal dari PK-PRI Kabupaten/Kota Probolinggo dengan materi Undang-undang (UU) Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian, Anggaran Dasar Perkoperasian serta Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standart Operasional Managemen (SOM) Koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan bahwa KPRI ini merupakan salah satu tolak ukur wajib koperasi di Kabupaten Probolinggo. Hal ini dikarenakan anggota, pengurus dan pengawasnya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Probolinggo. “Harapannya kalau koperasinya sudah bagus maka akan berimbas kepada tata kelola koperasi lainnya di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Dalam menghadapi perkembangan Ilmu Teknologi (IT) yang sangat pesat jelas Anung, KPRI di Kabupaten Probolinggo harus bisa memaknai kemajuan teknologi tersebut, terutama yang berkaitan dengan SDM unggul koperasi.

“Paling tidak, KPRI bisa mengawali pemanfaatan kemajuan teknologi tersebut demi kemajuan koperasi di Kabupaten Probolinggo. Harapannya hal ini dapat dituangkan dalam rencana kerja masing-masing KPRI untuk tahun buku 2020,” pungkasnya.

Sementara Kasi Penyuluhan dan SDM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Josef Teguh Sulaksono mengungkapkan kegiatan kali ini difokuskan kepada sekretaris koperasi karena sebenarnya tugas dari sekretaris koperasi adalah sebagai seorang organisator.

“Jadi sekretaris koperasi ini diberikan bekal sebagai organisator, bagaimana mampu menyelamatkan aset koperasi terkait dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab pengurus,” ungkapnya.

Menurut Josef, dengan adanya kegiatan ini sekretaris koperasi akan lebih tahu tugas, wewenang dan tanggungjawabnya sebagai pengurus. “Dengan sekretaris tahu semuanya, maka pelayanan akan maksimal, patuh kepada peraturan perundang-undangan serta bisa menyajikan data tepat waktu,” jelasnya.

Lebih lanjut Josef menegaskan, peningkatan SDM pengurus KPRI ini bertujuan untuk membekali pengurus sebagai salah satu perangkat organisasi (anggota, pengurus dan pengawas). Nantinya setelah mengikuti kegiatan ini bisa menyampaikan dan menularkan ilmu yang didapat kepada anggota, pengurus dan pengawas yang lain.

“Kendalanya, selama ini terkadang seorang sekretaris tidak mampu menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Hal ini dikarenakan tugas-tugas tersebut sudah dilakukan oleh ketua dan bendahara. Sehingga sekretaris hanya sebagai semboyan saja. Namun begitu timbul masalah, baru mereka sadar akan tugas, wewenang dan tanggungjawab masing-masing,” terangnya.

Josef menerangkan jika fungsi sekretaris tidak dimaksimalkan maka imbasnya data yang dibutuhkan tidak bisa tersaji dengan betul dan benar (tidak akurat). Padahal sekretaris ini salah satu tugasnya harus mencatat tentang aset koperasi. “Melalui kegiatan ini diharapkan sekretaris mampu memahami tugasnya dan bisa menyajikan secara akurat tentang tugas dan kewajiban masing-masing anggota koperasi,” harapnya. (wan)

cww trust seal