Sunday, October 25, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Tingkatkan Kesehatan Ternak, DPKH Lakukan Posyandu Ternak

Tingkatkan Kesehatan Ternak, DPKH Lakukan Posyandu Ternak

Reporter : Syamsul Akbar
KURIPAN – Sebagai upaya meningkatkan kesehatan ternak dan mendukung swasembada daging, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo melakukan posyandu ternak. Salah satunya dilaksanakan di Desa Kedawung Kecamatan Kuripan.

Kegiatan yang dilakukan dalam posyandu ternak tersebut diantaranya Inseminasi Buatan (IB), penyuluhan peternakan, pemeriksaan kebuntingan, pemeriksaan kesehatan ternak, pemberian vitamin serta penanganan gangguan reproduksi.

Posyandu ternak di Desa Kedawung Kecamatan Kuripan ini diikuti oleh 79 ternak dari target 50 ternak. Namun demikian, dalam pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Kegiatan posyandu ternak ini melibatkan Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) DPKH Kabupaten Probolinggo Aulia Khusumastutik bersama Koordinator Wilayah Puskeswan Bantaran (Kecamatan Sumber, Kuripan, Bantaran dan Leces), Koordinator Kecamatan (Korcam) Kuripan serta PPS (Petugas Peternakan Swadaya) yang mendapatkan bantuan operasional dari kegiatan Program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri).

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi mengatakan posyandu ternak ini rutin dilakukan setiap tribulan di 6 korwil (koordinator wilayah) se-Kabupaten Probolinggo. Dimana masing-masing korwil mencakup 4 kecamatan, sehingga dalam setahun mampu mencakup 24 kecamatan.

“Tetapi sekarang tidak seperti itu karena masih dalam situasi pandemi COVID-19. Lokasi posyandu ternak ini dilakukan berdasarkan zona sebaran COVID-19 dan potensi populasi ternak sapi. Kalau dulu setiap titik targetnya sebanyak 250 ternak, tetapi karena COVID-19 targetnya hanya 50 ternak saja,” katanya.

Menurut Yahyadi, posyandu ternak ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi ternak sapi yang hadir dan melakukan pemeriksaan secara bersama-sama oleh UPT Puskeswan, Korwil, Korcam dan PPS secara gratis mulai dari pemeriksaan sampai dengan tindakan.

“Kegiatan ini merupakan upaya jemput bola yang kami lakukan supaya semua ternak, khususnya sapi kondisinya sehat. Paling tidak bisa langsung meningkatkan tatap muka dengan peternak,” jelasnya.

Lebih lanjut Yahyadi menerangkan posyandu ternak ini merupakan upaya untuk meningkatkan populasi ternak. Dengan populasi ternak yang tinggi maka swasembada daging akan tercapai dan surplus daging. “Swasembada pangan nasional ini ada 11 komoditas. Kebetulan kami mendapatkan bagian 3 komoditas meliputi daging, telur dan susu,” terangnya.

Yahyadi menerangkan IB untuk tahun 2020 untuk akseptor targetnya sebanyak 86.000 ekor dan realisasinya hingga 31 Agustus 2020 sebanyak 71.872 ekor. Sementara kelahiran targetnya mencapai 60.000 ekor dan realisasinya hingga 31 Agustus 2020 mencapai 57.829 ekor.

“Melalui posyandu ternak ini harapannya kesehatan ternak bisa terjaga dan target swasembada daging bisa tercapai. Selain itu, masyarakat peternak bisa lebih sejahtera,” harapnya. (wan)

cww trust seal