Wednesday, January 29, 2020
Depan > Pemerintahan > Tinggal Dua Pekan, Proyek PRIM Dipantau Kedubes Australia

Tinggal Dua Pekan, Proyek PRIM Dipantau Kedubes Australia

Reporter : Mujiono
TONGAS – Kualitas Proyek Perawatan Perbaikan Jalan Provinsi atau Provincial Road Improvement Maintenance (PRIM) untuk jalan Tongas-Sukapura benar-benar dipantau Pemerintah Australia. Tim dari Kedubes (Kedutaan Besar) Australia pun turun langsung memantau proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu, Kamis (26/9/2019).

Dipimpin Konselor Bidang Infrastruktur dan Ekonomi Anna Mc. Nickol, tim Kedubes Australia mendatangi pengerjaan proyek di ruas Desa Wringin Anom Kecamatan Tongas. Di depan SDN Wringin Anom ini, mereka mengecek pekerjaan yang hampir rampung. Termasuk pemasangan rambu-rambu penanda Zona Sekolah Selamat (ZOSS) yang belum terselesaikan.nSetelah itu, berpindah ke titik lain di ruas Desa Purut Kecamatan Lumbang.

“Kami ingin mengetahui secara langsung pekerjaan fisik PRIM yang sedang dilaksanakan. Mengetahui bagaimana dukungan pemerintah setempat dan juga keterlibatan masyarakatnya. Pemerintah Australia sangat senang mendukung program ini. Apalagi bisa memberikan perbedaan-perbedaan signifikan dan menjadi lebih baik,” kata Anna.

PRIM tahun ini, ada 7 ruas yakni jalan Tongas-Lumbang, Lumbang-Lambang Kuning, Lumbang-Madakaripura, Sukapura-Lambang Kuning, Sukapura-Ngadisari, Ngadisari-Laut Pasir dan Ngadisari-Cemoro Lawang. Dengan anggaran sebesar Rp 37.500.000.000. Dari tujuh ruas jalan tersebut, dua ruas jalan di antaranya adalah peningkatan kapasitas. Yakni jalan Tongas-Lumbang dan jalan Sukapura-Lambang Kuning. Sementara sisanya adalah pemeliharaan.

Untuk peningkatan kapasitas sudah mencapai 6,7 KM atau 80 persen yang diselesaikan. Kurang sekitar 1,2 KM. Sementara pelaksanaan tinggal sekitar 2 pekan lagi, karena berakhir pada 11 Oktober. Diharap proyek ini tepat waktu dengan kualitas sesuai standar yang ditetapkan.

“Kami berharap nantinya jalan-jalan menuju obyek wisata kualitasnya seperti PRIM atau lebih baik dan berkeselamatan. Karena proyek ini bertujuan untuk meningkatkan tatakelola perhubungan dengan melibatkan berbagai pihak,” kata Dedi Gunawan dari Pusat Fasilitas Infrastruktur Daerah Kementerian PUPR.

“Sangat positif dan nanti akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo. Apalagi termasuk penunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS). Sehingga potensi wisata dan UKM dapat dikembangkan dengan memanfaatkan proyek ini,” tambahnya. (y0n)

cww trust seal