Tuesday, August 4, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Terus Edukasi Masyarakat Tentang Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Terus Edukasi Masyarakat Tentang Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Reporter : Hendra Trisianto
DRINGU – Gaung dari wacana konsep tatanan normal baru produktif dan aman dalam menghadapi COVID-19 atau sering disebut sebagai “New Normal” mulai terdengar luas ke tengah masyarakat.

Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang harus dengan melaksanakan disiplin protokol kesehatan itu tidak seluruh masyarakat memahami. Masih banyak yang beranggapan bahwa “New Normal” disini adalah kembali beraktivitas seperti pada saat tidak terjadi pandemi virus Corona, yakni tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Pemahaman yang salah ini masih banyak dijumpai pada lingkungan pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo. Tak mau kecolongan dengan munculnya klaster baru penularan virus corona, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo perketat Penegakan Protokol Kesehatan (P2K) pada lingkungan pasar tradisional.

Akan ada sanksi tegas bagi yang tidak patuh dan melanggar, baik untuk pedagang maupun pengunjung pasar. Untuk mengawal dan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang hal ini, tiga personil gabungan dari TNI, Polri dan anggota Satpol PP akan selalu disiagakan di setiap pasar tradisional Kabupaten Probolinggo.

“Salah satu edukasi dan pembiasaan yang kami terapkan adalah melalui sidak dan operasi P2K seperti saat ini. Harapannya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19,” ungkap Achmad Aruman, Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo saat melakukan Sidak Gabungan Tiga Pilar di Pasar Dringu, Jum’at (12/6/2020) pagi.

Untuk penerapan penegakan disiplin ini, Aruman mengarahkan anggotanya agar tetap berlaku humanis jika di dilapangan menemui adanya pelanggaran. Karena untuk mendapatkan kepatuhan masyarakat ini, memang harus melalui edukasi secara terus menerus secara persuasif maupun tindak tegas.

“Tidak akan pernah bosan kami bersama jajaran samping akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar penyebaran dan penularan COVID-19 di Kabupaten Probolinggo tidak menjadi massif,” tandasnya.

Sementara itu terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi menampik adanya anggapan masyarakat bahwa pasar menjadi cenderung sepi karena adanya perlakuan khusus terkait penerapan P2K ini.

Salah satu fakta menurut Dwijoko adalah karena sebagian besar masyarakat tetap melaksanakan arahan Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran COVID-19.

“Fakta yang kedua adalah sebagian masyarakat juga mulai memanfaatkan layanan aplikasi jual beli online dan memilih belanja di pedagang welijo yang saat ini juga banyak yang melayani on call. Jadi sebagian masyarakat ada yang lebih memilih menghindari pasar dan belanja dari rumah,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal