Monday, November 23, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Terbesar Sumbang Penambahan Kasus COVID-19, Pabrik Wajib Sediakan Rumah Sehat

Terbesar Sumbang Penambahan Kasus COVID-19, Pabrik Wajib Sediakan Rumah Sehat

Reporter : Wahed Efendi
KRAKSAAN – Data orang terkonfirmasi positif COVID-19 pada Jum’at (18/9/2020) di Kabupaten Probolinggo bertambah 145 orang. Dimana 85% kasus tersebut berasal dari klaster pabrik, sisanya dari kontak erat dan pasien suspect/probabel di rumah sakit.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica. “Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo melakukan langkah-langkah terkait adanya kluster pabrik tersebut. Meliputi melokalisir area, memutus rantai penularan dan treatment adekuat,” katanya.

“Pertama, melokalisir area. Dimana operasional pabrik untuk sementara diberhentikan, baik secara kompartemen atau menyeluruh. Juga dilakukan disinfeksi dan sterilisasi pada seluruh area pabrik,” jelasnya.

Kedua adalah memutus rantai penularan. Untuk pencegahan meluasnya penularan pada komunitas pabrik yang rentan terjadi transmisi COVID-19, setiap pabrik wajib melakukan surveilans dan test PCR/TCM yang efektif untuk mempercepat pemisahan orang yang sakit/bergejala dan orang yang sehat.

Juga dilakukan tracing dan massive case finding yang dilakukan secara efektif pada kontak erat pasien terkonfirmasi positif baik di lingkungan pabrik maupun pada keluarga/komunitasnya.

“Dilakukan komunikasi, informasi dan edukasi secara sistematis dan masif kepada pihak manajemen pabrik agar melakukan protokol kesehatan secara konsisten disertai penegakan law inforcement yang tegas,” jelasnya.

Ketiga, treatment adekuat. Orang yang terkonfirmasi positif dari kluster pabrik segera dilakukan isolasi dan dirawat di rumah sehat (orang positif tanpa gejala) maupun di rumah sakit (bagi pasien konfirmasi positif dengan gejala sedang-berat).

Menurut Dewi, rumah sehat wajib disediakan oleh pihak pabrik, dimana usulan rumah sehat tersebut sudah divisitasi dan disetujui oleh Satgas Bidang Kuratif.

“Setiap pabrik/perusahaan wajib memiliki SOP pelaksanaan protokol kesehatan dan adanya petugas yang bertanggung jawab atas pelaksanaan protokol kesehatan di pabrik tersebut sehingga potensial risiko penularan dikomunitas pabrik dapat segera diatasi,” pungkasnya. (hed)

cww trust seal