Friday, September 20, 2019
Depan > Pemerintahan > Teken Komitmen Percepatan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting

Teken Komitmen Percepatan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dalam rembuk stunting yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo juga dilakukan beberapa penandatanganan komitmen bersama percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting, Selasa (16/7/2019) di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

Penandatanganan komitmen bersama yang diikuti oleh para OPD terkait, Camat dan Kepala Desa dari 18 desa di 8 kecamatan serta organisasi kemasyarakatan ini disaksikan langsung oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono.

Tampak pula Wakil Rektor 3 Bidang Kerjasama Universitas Airlangga Surabaya Prof. Moch Amin Alamsyah, Manager Indonesia Country Office Vitamin Angels Otte Santika, Rektor Universitas Panca Marga Probolinggo Prof. Mohammad Haris, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kemendagri Achmad Hariyadi serta sejumlah pejabat Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo.

Sedikitnya ada 4 (empat) penandatanganan komitmen bersama yang dilakukan dalam kesempatan tersebut. Pertama, penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung penuh upaya percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting secara konsisten dan berkelanjutan di 18 desa prioritas dan 8 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Secara simbolis dilakukan oleh Camat Sumber Saniwar dan Kepala Desa Widoro Kecamatan Krejengan.

Kedua, penandatanganan komitmen oleh Bupati Probolinggo bersama Forum CSR Kabupaten Probolinggo, Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Kodim 0820 Probolinggo, PT POMI, BNI, FKPS, Muslimat NU Kabupaten Probolinggo dan Kantor Pengadilan Agama Kraksaan.

Ketiga, penandatanganan berita acara hasil kesepakatan rembuk stunting Kabupaten Probolinggo oleh Bappeda, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI serta Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE.

Keempat, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Program Laduni (Layanan Terpadu Pranikah) antara Universitas Airlangga Surabaya dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Penandatanganan ini dilakukan oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kerjasama Universitas Airlangga Surabaya Prof. Moch Amin Alamsyah dan Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE.

Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengungkapkan, selama ini di Kabupaten Probolinggo telah mengintensifkan intervensi peningkatan status gizi anak balita, namun masih terdapat balita stunting, anak-anak yang pendek dan sangat pendek di Kabupaten Probolinggo.

“Pengalaman global menunjukkan bahwa penyelenggaraan intervensi yang terpadu untuk menyasar kelompok prioritas di lokasi prioritas merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi, tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting,” ungkapnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE meminta bantuan dan komitmen Camat dan Kepala Desa (Kades) untuk berupaya bersama-sama mengedukasi masyarakat demi masa depan generasi muda Kabupaten Probolinggo.

“Tahun 2017 kemarin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB (DPPKB) telah melaunching program sertifikasi calon pengantin. Namun program ini harus dimaksimalkan dengan melibatkan Kantor Kemenag (Kementerian Agama) dan ormas yang lain demi menurunkan stunting,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, stunting tidak selalu berkaitan dengan kemiskinan dan gizi buruk, tetapi juga dengan salah dalam pola pengasuhan anak. Hal ini harus dilakukan pendekatan oleh Dinas Pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusianya.

“Saya meminta kepada semua pihak untuk maksimal dalam mengedukasi dan menginformasikan kepada masyarakat tentang pola hidup yang baik untuk mencegah stunting di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)