Friday, September 20, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Tampilkan Tari Kiprah Glipang Diatas Geladak Rumah Apung Pantai Bohay

Tampilkan Tari Kiprah Glipang Diatas Geladak Rumah Apung Pantai Bohay

Reporter : Hendra Trisianto

PAITON – Siapa sih yang tidak kenal Tari Kiprah Glipang? Masyarakat Jawa Timur pada umumnya sangat mengenal seni Tari Glipang ini sebagai warisan budaya leluhur masyarakat Kabupaten Probolinggo yang terjaga eksistensinya sebagai identitas masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Pada rangkaian gebyar peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-273 tahun 2019 kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo akan menampilkan Tari Kiprah Glipang dengan mengambil tema “273 Jejak Glipang” sebagai pendongkrak semangat juang masyarakat menuju Kabupaten Probolinggo lebih maju.

Hal ini bukan tanpa alasan, adanya semangat patriotis dan narasi positif yang tersirat pada seni tari Kiprah Glipang itulah yang kemudian diharapkan mampu memantik inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya dalam berkiprah di bumi Kabupaten Probolinggo melalui pengembangan ekonomi kreatif kekinian.

Agar pesan tersebut mampu tersampaikan dengan baik ke berbagai kalangan, tema ini kemudian diwujudkan dalam sebuah film dokumenter. Salah satu casting yang harus dilakoni adalah sebuah pagelaran seni tari Kiprah Glipang dengan kemasan yang berbeda. Lazimnya seni tari digelar di daratan namun kali ini Sanggar Tari Andika Jaya dan Putera Andika menyajikannya di atas samudra. Tepatnya di atas geladak sebuah rumah apung Pantai Wisata Edukasi Bohay (Bhinor Harmony) Desa Bhinor Kecamatan Paiton, Minggu (21/04/2019) pagi.

Secara kasat mata memang tidak mudah melakukan gerakan tari di atas lautan dimana angin sedang bertiup cukup kencang. Tentu saja kondisi ini membuat rumah apung tersebut tidak stabil. Namun segenap penari berusia belasan tahun itu tetap tenang dan tiada rasa gentar sedikitpun.

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengemukakan Jejak Glipang adalah sebuah persembahan bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo pada Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-273. Pasalnya peringatan Harjakapro kali ini menjadi tonggak dicanangkannya Gerakan Ekonomi Kreatif Kabupaten Probolinggo 2019.

“Tentu dibutuhkan semangat juang lebih bagi segenap elemen pendukung didalamnya serta yang tidak kalah penting adalah dukungan masyarakat Kabupaten Probolinggo secara utuh guna mewujudkan gerakan ekonomi kreatif tersebut,” ungkapnya .

Lebih lanjut Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo ini menuturkan karena Jejak Glipang ini diharapkan dapat menjadi triger atau pemantik geliat pengembangan ekonomi kreatif Kabupeten Probolinggo. Oleh karenanya, Kiprah Glipang harus ditampilkan kembali sebagai penyulut semangat munculnya embrio baru pengembang ekonomi kreatif.

“Seluruh rangkaian kegiatan Jejak Glipang ini juga kami rangkai dalam sebuah film dokumenter dengan melibatkan penari dan insan perfilman Kabupaten Probolinggo. Kami harap melalui pertunjukan inovatif dan produksi film dokumenter ini sedapatnya mendorong ide dan gagasan masyarakat serta menjadi sajian apik pada puncak peringatan Harjakapro ke-273 tahun 2019,” tegasnya. (dra)