Tuesday, November 24, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Tampilkan Karya Pengrajin Batik Melalui Festival Hijab Dewi Rengganis

Tampilkan Karya Pengrajin Batik Melalui Festival Hijab Dewi Rengganis

Reporter : Hendra Trisianto
PAITON – Dalam rangka terus mendorong kreatifitas dan inovasi pengrajin batik Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) menyelenggarakan festival batik, Jum’at (6/12/2019) pagi di Pantai Wisata Bhinor Harmony (Bohay) Desa Bhinor Kecamatan Paiton.

Festival Batik kali pertama dan bakal menjadi even bulanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono bersama segenap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Kabupaten Probolinggo.

Kali ini dengan tajuk “Festival Hijab Dewi Rengganis” sedikitnya tiga desainer batik dari Asosiasi Pengrajin Batik Bordir dan Asesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo berkesempatan memamerkan desain busana hijab terbaiknya dengan menggunakan bahan batik khas Kabupaten Probolinggo melalui peragaan busana oleh para model.

Sebagai wujud komitmen bersama untuk mendukung kemajuan batik Kabupaten Probolinggo, Pemkab Probolinggo yang diwakili oleh Sekda Soeparwiyono menandatangani Pakta Integritas diatas selembar kain batik bersama para desainer batik tulis yang saat itu diwakili oleh desainer Batik Ronggomukti, Batik Dewi Rengganis dan Batik Selowaty.

Dalam sambutannya Sekda Soeparwiyono mengapresiasi sepak terjang para insan batik tulis Kabupaten Probolinggo. Dimana karya-karya terbaiknya telah merambah pasar internasional. Selanjutnya bagaimana para insan batik tidak hanya mampu menciptakan lembaran kain batik saja. Oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi untuk membawa nama baik batik Kabupaten Probolinggo semakin dikenal luas.

Sekda Soeparwiyono menilai sampai saat ini kreatifitas dan inovasi yang diciptakan oleh desainer batik sudah cukup cerdas dengan memanfaatkannya menjadi karya seni yang lebih bernilai. Selain berbentuk busana-busana kasual dan khusus, batik Kabupaten Probolinggo yang disulap menjadi udeng dan syal saat ini juga sangat digemari.

“Karya-karya seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengangkat dan mempertahankan potensi batik kita kedepannya. Harapan kami kepada para pengrajin batik juga harus terus menciptakan karya batik bagi segmentasi menengah ke bawah yang notabene terjangkau bagi masyarakat luas khususnya di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Selanjutnya Sekda Soeparwiyono menyampaikan, mendorong potensi wisata juga tidak kalah penting karena kedua potensi ini saling menunjang satu sama lain. Memilih lokasi Pantai Bohay sebagai venue even merupakan salah satu upaya untuk turut mempromosikan keberadaan destinasi Pantai Bohay yang merupakan salah satu dari 20 Desa Binaan Yayasan Desa Emas di Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah ternyata Pantai Bohay tidak kalah keren dengan tempat lain, tidak hanya keindahan panorama pantainya yang menjadi potensi utamanya, potensi biota bawah lautnya juga sangat kaya dan kini juga telah ditunjang dengan menu wisata snorkeling dan diving,” ucapnya berpromosi.

“Ayo kita ajak keluarga kita untuk berkunjung dan menikmati potensi-potensi yang sudah ada Kabupaten Probolinggo, tidak usah lagi kita keluar kota hanya untuk berwisata, di tempat kita sendiri sudah sangat lengkap. Berbanggalah dengan potensi kita sendiri, siapa lagi kalau bukan kita?,” tandasnya. (dra)

cww trust seal