Saturday, July 4, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Tak Berijin, TRC Satpol PP Tutup Dua Lahan Galian C

Tak Berijin, TRC Satpol PP Tutup Dua Lahan Galian C

Reporter : Hendra Trisianto
BESUK – Team Reaksi Cepat (TRC) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo menutup dua lahan galian C yang berada di Kecamatan Besuk dan , Selasa (16/7/2019).

Penutupan tersebut dilakukan dalam kegiatan monitoring perijinan yang dilakukan rutin oleh Satpol PP Kabupaten Probolinggo. Selain karena tidak memiliki ijin pertambangan yang lengkap, keberadaan galian C tersebut dianggap telah merusak lingkungan sekitar.

Dua lokasi galian C yang ditutup itu ada di Desa Alasnyiur atas nama Muhamad Rais dengan luas sekitar 600 meter persegi. Kemudian di Desa Sindetanyar atas nama Samsul dengan luas sekitar 15 hektar. Kedua lokasi galian C tersebut selanjutnya ditutup dengan cara diberikan garis Satpol PP pertanda penyegelan.

Selain personil Satpol PP Kabupaten Probolinggo, penutupan dua lahan galian C ini juga melibatkan pejabat dari Dinas ESDM dan Satpol PP Provinsi Jawa Timur serta asosiasi terkait pertambangan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan penutupan galian C ini dilakukan karenanya adanya pengaduan dari masyarakat kepada Gubernur Jawa Timur. Aduan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Satpol PP dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. “Selanjutnya petugas Satpol PP Provinsi Jawa Timur datang ke Kabupaten Probolinggo dengan mengajak Satpol PP Kabupaten Probolinggo untuk mengecek ke lokasi,” katanya.

Dalam monitoring perijinan ini, para personil Satpol PP tersebut datang ke masing-masing lokasi dan disana ternyata ada 1 alat berat yang tengah beroperasi. Di 2 lokasi terpisah itu, petugas kemudian memeriksa kelengkapan dokumen yang dimiliki oleh pemilik galian C.

“Ternyata, pengelola tidak bisa menunjuk ijin-ijin yang dibutuhkan dalam pertambangan galian C. Sehingga tim gabungan kemudian memberikan plakat penyegelan dan penutupan sementara tambang,” jelasnya.

Menurut Joko, penutupan sementara ini akan dilakukan sampai mereka bisa menunjukkan ijin yang dikeluarkan Provinsi Jawa Timur. “Selama ijin itu belum keluar, maka tidak boleh ada aktivitas pertambangan di lokasi tersebut. Kami belum tahu sampai kapan penutupan itu. Kami beri kesempatan untuk mengurus ijinnya,” tegasnya. (dra)

cww trust seal