Wednesday, August 21, 2019
Depan > Informasi Layak Anak > Supervisi dan Pembinaan Satuan KB Ibnu Katsir Sumberan

Supervisi dan Pembinaan Satuan KB Ibnu Katsir Sumberan

Reporter : Hendra Trisianto
BESUK – Penilik Diktara Kecamatan Besuk, Senin (29/7/2019) melakukan kegiatan supervise dan pembinaan di satuan pendidikan KB Ibnu Katsir Desa Sumberan Kecamatan Besuk.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi kewajiban dalam tugas dan fungsi sebagai Penilik, berdasarkan regulasi, program kerja kepenilikan baik tahunan, tribulanan dan harian yang diwujudkan dalam implementasi SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) Penilik yang disingkatnya dengan istilah Dalmut (pengendalian mutu) dan Evdam(evaluasi dampak),” kata Massajo.

Dari data hasil pemantauan didapati KB Ibnu Katsir jumlah peserta aktif sebanyak 27 dengan 1 Kepala Sekolah dan 3 guru PAUD. Untuk kondisi saat ini dalam analisis sederhana cukup baik dari aspek perbandingan antara PTK dan jumlah peserta didik.

“Namun hal ini tentu jangan puas dulu, diharapkan Kepala Sekolah dapat terus bersemangat untuk memenuhi unsur-unsur pemetaan mutu yang mencakup 8 standar pendidikan pada satuan PAUD lainnya seperti standar proses, isi, sarpras, pembiayaan, pengelolaan, penilaian dan lainnya agar dapat mengukur dan menilai tingkat pencapaian standar pendidikan serta peningkatan kualitas layanan dan mutu satuan KB Ibnu Katsir yang tengah disupervisi,” jelasnya.

Dalam wawancara khusus PTK, 2 (dua) gurunya sedang menempuh perkuliahan S-1 PAUD. Hal ini menunjukkan indikasi positif ke depannya bahwa 3-4 tahun yang akan datang guru KB Ibnu Katsir berlatar belakang S-1 PAUD.

“Harapannya di tiap-tiap satuan PAUD gurunya sudah berpendidikan S-1 PAUD. Walaupun harus dimaklumi dan tidak memaksakan, namun tugas penilik terus membina dan mendorong agar para guru PAUD dapat meningkatkan kompetensi sebagai guru PAUD. Bahkan minimalnya sudah pernah ikut diklat dasar guru PAUD pbaik reguler dari Dinas Pendidikan, BP PAUD & Dikmas Jawa Timur, OJT maupun diklat mandiri,” terangnya.

Sekitar 2-3 jam Penilik melaksanakan supervisi lembaga, melihat administrasi dan menyemangati peserta didik dan orang tuanya. Kepada orang tua juga menyuluh tentang pentingnya perhatian pola asuh, bermain merangsang kecerdasan, pemenuhan gizi dan PHBS di rumah dan lingkungan sekitarnya. “Jangan sampai putra-putri balitanya gagal dalam tumbuh kembang yang lebih dikenal dengan istilah stunting,” pungkasnya. (dra)