Wednesday, August 21, 2019
Depan > Informasi Layak Anak > Stimulasi Motorik Baduta, Kenalkan Rasa Kebersamaan

Stimulasi Motorik Baduta, Kenalkan Rasa Kebersamaan

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – Pos PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Desa Jambangan Kecamatan Besuk melakukan stimulasi motorik baduta perorangan dan berkelompok untuk mengenalkan rasa kebersamaan, Jum’at (2/8/2019). Kegiatan ini diikuti oleh 18 baduta yang hadir bersama para ibundanya. Mereka terlihat semangat, lucu dan happy.

Kegiatan ini dihadiri oleh Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo. Menurutnya, rangsangan motorik kasar dan halus menjadi tema bermain perlu diberikan sebagaimana RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian).

“RPPH bagi Pos PAUD tentunya tidak kaku dan menyesuaikan dinamika para baduta, karena mereka pada umumnya sangat sulit diarahkan dan situasional mudah berubah. Oleh karenanya sangat dibutuhkan kebersamaan dan perhatian para ibundanya,” kata Massajo.

Kedatangan Penilik Diktara dengan membawa APE (Alat Permainan Edukatif) papan kertas berupa SABAK (sarana belajar aksara dan angka) yang didesain menarik, tidak untuk menulis dan menggambar, tetapi tampilan angka dan huruf warna warni untuk memancing kepekaan dan ketajaman indra para baduta dengan APE dimaksud.

“Kami menghimbau kepada para orang tua yang mendampingi dan para guru Pos PAUD agar dapat memanfaatkan apa saja yang ada di sekitar kita sebagai media bermain bagi baduta, asal tidak berbahaya dan merusak indra serta kesehatan,” jelasnya.

Pada prinsipnya format RPPH yang akan disusun dan disiapkan oleh para guru Pos PAUD sebagai acuan bermain pada saat Pos PAUD berlangsung memuat unsur-unsur penting antara lain identifikasi program, materi bermain, alat dan bahan, kegiatan pembuka, kegiatan inti, kegiatan penutup dan rencara penilaian.

“Jika hal ini diterapkan, tentu proses bermain akan terarah dan produktif layanan tumbuh kembang para baduta di Pos PAUD. Sebagai kegiatan penambah semangat kehadiran para baduta dan intervensi pemberian PMT selalu disiapkan oleh desa dan diberikan pada saat usai pengisian buku daftar kehadiran dan merapikan alat permainan,” terangnya.

Sementara para guru Pos PAUD dibimbing oleh Penilik, sebelum pulang agar menggunakan waktu barang 10-15 menit duduk bersama mengevaluasi, review hasil bermain, kendala, tindak lanjut dan persiapan bermain pekan berikutnya. “Jika hal ini dilaksanakan dengan tertib, maka manajemen pengelolaan Pos PAUD akan semakin baik dan berkualitas,” pungkasnya. (wan)