Friday, December 13, 2019
Depan > Informasi Layak Anak > SMAN 1 Tongas-Puskesmas Tongas Gelar Pelatihan Konselor Sebaya

SMAN 1 Tongas-Puskesmas Tongas Gelar Pelatihan Konselor Sebaya

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Dalam rangka mewujudkan sekolah sehat dan bersinergi dalam menangani permasalahan kesehatan remaja, SMAN 1 Tongas bekerja sama dengan Puskesmas Tongas menggelar pelatihan konselor sebaya. Sinergi dengan Puskesmas Tongas dilaksanakan Selasa (19/11/2019).

Pembentukan sekaligus pelatihan konselor sebaya dibuka oleh Pengawas SMA Djoko Suryanto didampingi Kepala SMAN 1 Tongas Erni Praseyawati dan Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani.

Dalam kesempatan tersebut, Puskesmas Tongas sebagai puskesmas PKPR membina 60 orang koselor sebaya di SMAN 1 Tongas. Dalam aturan disebutkan pembinaan konselor sebaya dilakukan minimal terdapat 10% dari total siswa sekolah binaan.

Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani mengatakan permasalahan kesehatan remaja menjadi penting karena mempengaruhi kualitas masa depan bangsa. Penanganan stunting dan kematian ibu serta bayi dapat diterapkan lebih awal dengan menyasar remaja agar berperilaku hidup sehat. Program kesehatan remaja meliputi pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) serta konselor sebaya.

“Di Kabupaten Probolinggo terdapat 5 (lima) puskesmas sebagai Puskesmas PKPR, salah satunya adalah Puskesmas Tongas. Sedangkan kegiatan konselor sebaya dimaksudkan agar remaja dapat mengenali dan menyelesaikan masalah kesehatan dengan teman sebaya sebagai konselornya,” katanya.

Materi pertama disampaikan oleh Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani tentang permasalahan kesehatan remaja dan pentingnya konselor sebaya serta sosialisasi PKPR. “Permasalahan kesehatan seperti anemia, rokok, penyalahgunaan NAPZA, depresi, kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, HIV AIDS serta penyakit tidak menular seperti gagal ginjal, stroke dan diabetes turut disosialisasikan,” jelasnya.

Nia menerangkan, Poli PKPR di Puskesmas Tongas buka setiap hari pada hari dan jam kerja untuk mempermudah remaja yang bersekolah pada jam tersebut maka dapat membuat janji terlebih dahulu.

“Diharapkan dengan adanya konselor sebaya ini, remaja dapat mengenali masalah, membantu menyelesaikan masalah, merujuk ke puskesmas bila masalah tidak dapat teratasi oleh konselor sebaya serta semakin banyak remaja yang menerapkan perilaku hidup sehat,” harapnya.

Materi kedua disampaikan oleh programmer kesehatan remaja Puskesmas Tongas Yuliana dengan materi teknik konseling. Dimana teknik konseling ini meliputi kriteria seorang konselor, sikap dan keterampilan yang harus dimiliki.

“Kriteria tersebut diantaranya bersikap dewasa, membangun kepercayaan, menerima apa adanya, tidak diskriminatif, empati, memegang rahasia teman, menggunakan bahasa non verbal (gesture) yang tepat, mendengar aktif, membantu menyelesaikan masalah sesuai kemampuan dan merujuk ke ahli apabila di luar kemampuan konselor sebaya,” ujarnya.

Sesi yang paling digemari oleh para siswa yaitu sesi role play atau bermain peran sehingga siswa dapat mempraktekkan saat konseling. Siswa juga menyaksikan contoh video konselor sebaya yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. (wan)

cww trust seal