Wednesday, November 20, 2019
Depan > Pemerintahan > Silaturahim ke PP Nurul Jadid, Panglima TNI dan Kapolri Ngaji Kebangsaan

Silaturahim ke PP Nurul Jadid, Panglima TNI dan Kapolri Ngaji Kebangsaan

Reporter : Hendra Trisianto
PAITON – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan rombongan berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Selasa (2/4/2019) pagi. Kunjungan silaturahim ke ponpes yang diasuh oleh KH. Moh. Zuhri Zaini itu bertema “Ngaji Kebangsaan Mempererat Persatuan, Menjaga Kesatuan Membangun Indonesia Berkeadaban”.

Kunjungan tersebut merupakan salah satu rangkaian silaturahim ke sejumlah kiai dan ponpes di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka untuk memperkuat tali silaturahim antara umara dan ulama.

Kehadiran dua tokoh nasional ini didampingi oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko bersama Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto beserta Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Imam Wibowo. Kehadiran mereka disambut hangat keluarga besar PP Nurul Jadid. Saat itu KH Moh Zuhri Zaini sebagai pengasuh PP Nurul Jadid berkesempatan mengalungkan surban dan menyematkan peci Nasional.

Dalam pidato kebangsaannya Panglima TNI mengatakan, selain kekayaan alam yang melimpah serta keragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, pesantren dan para santrinya juga disebut sebagai aset besar negara Indonesia. “Pondok Pesantren tidak ubahnya sebagai samudera ilmu, yang selalu siap melahirkan bibit-bibit berkarakter kebangsaan yang cerdas secara keilmuan dan spiritualnya,” katanya.

Oleh karena itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pesantren dan santri didalamnya diminta untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan setinggi mungkin, terus memperkuat nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus terus menjalankan peran pentingnya untuk mempersiapkan umat dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kekayaan besar ini menuntut sumber daya manusia yang memadai agar mampu dan bijak dalam mengelola potensi besar ini serta menuntut semangat persatuan dan kesatuan untuk mempertahankannya. Jaga persatuan kesatuan antar santri, negeri kita selalu menunggu kalian untuk berkiprah mengisi pembangunan agar Indonesia terus maju, gemah ripah, loh jinawi, toto tentrem dan kerto raharjo,” ” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto.

Selanjutnya menurut Hadi Tjahjanto yang tidak kalah penting dari SDA dan SDM yang memadai adalah stabilitas keamanan negara. Hal ini merupakan tugas utama TNI/Polri dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat tanpa adanya gangguan dari luar maupun dari dalam.

Namun tantangan terbesar saat ini kata Hadi Tjahjanto, bukanlah perang antar dua negara, akan tetapi perang tanpa kekuatan militer (Nirmiliter). Banyak negara-negara lain yang tidak menginginkan negara Indonesia maju dengan menyebarkan isu-isu negatif memanfaatkan teknologi informasi dengan tujuan merusak ideologi dan karakter bangsa Indonesia.

“Itulah bagian dari pengembangan teknologi yang juga dapat mengancam persatuan dan kesatuan jika kita kurang bijak dalam menyikapi sebaran informasi ini. Oleh sebab itu marilah kita sama-sama menjaga persatuan kesatuan kita, salah satunya dengan menangkal informasi hoax yang cenderung memecah belah,” tandasnya.

Senada pula dengan sambutan KH Moh Zuhri Zaini. Menurutnya, selain kekuatan dari Allah, persatuan dan kesatuan adalah modal utama bangsa Indonesia untuk bertahan dari segala tantangan dan ancaman. Silaturahim, ukhuwah dan kebersamaan sudah menjadi budaya dan kekuatan bangsa Indonesia sejak dulu kala.

“Karena tanpa itu semua mustahil bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika ini bisa bertahan lama. Seperti yang sudah dilakukan para pendahulu kami, sebagai penerus kami juga wajib meneruskan perjuangan dengan bahu membahu menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal