Thursday, November 26, 2020
Depan > Pemerintahan > Sekda Soeparwiyono Tutup Workshop Pengembangan Desa Emas

Sekda Soeparwiyono Tutup Workshop Pengembangan Desa Emas

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono secara resmi menutup workshop pengembangan desa emas bagi patriot desa Probolinggo dengan tema “Society 5.0 Creative Technopreneur (Indonesia Saemaul Global League) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Minggu (17/11/2019) sore.

Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerja sama dengan Yayasan Gerakan Desa Emas Indonesia ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai Jum’at (15/11/2019) pagi.

Workshop ini diikuti oleh Patriot Desa didampingi kepala desa dari 20 desa di Kabupaten Probolinggo. Yakni, Desa Ngadisari, Wonotoro, Jetak, Ngadirejo, Ngadas, Wonokerto, Sariwani, Kedasih, Pakel, Sapikerep, Sukapura dan Ngepung Kecamatan Sukapura. Selanjutnya Desa Negororejo Kecamatan Lumbang, Desa Wonokerso Kecamatan Sumber, Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Desa Bermi dan Guyangan Kecamatan Krucil, Desa Andungbiru Kecamatan Tiris, Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan serta Desa Bhinor Kecamatan Paiton.

Penutupan ini dihadiri oleh Pembina Yayasan Gerakan Desa Emas Indonesia Aries Muftie, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko, perwakilan KADIN Kabupaten Probolinggo, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) serta Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Hostifawati selaku Kepala Desa Bhinor Kecamatan Paiton mewakili seluruh patriot desa berkesempatan menyampaikan kesan-kesannya selama mengikuti workshop pengembangan desa emas. “Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tutor karena telah diberikan ilmu dan pengetahuan. Kita bersama-sama akan berjuang untuk menjadi desa emas dan maju harapan bangsa,” ujarnya.

Sementara Pembina Yayasan Gerakan Desa Emas Indonesia Aries Muftie menyampaikan ucapan selamat kepada para patriot desa di 20 desa di Kabupaten Probolinggo. Inilah putra putri terbaik baru dari 20 desa, mungkin desa yang lain sama baiknya.

“Berbanggalah dan berbahagialah bahwa Kabupaten Probolinggo mempunyai patriot desa yang hebat-hebat. Tetapi yang paling penting patriot jaman dahulu adalah untuk memerdekaan. Untuk saat ini, tugas patriot desa adalah memerangi musuh kita saat ini mulai dari kemiskinan, kesenjangan, kemaksiatan dan perpecahan. Empat hal ini saya titipkan di desa-desa dimana disini ada Pak Camat, kepala desa, khususnya para patriot desa,” ujarnya.

Menurut Aries, para patriot desa harus mempunyai komitmen bagaimana semua bersama-sama dengan semangat berjuang dan swadaya, malu menjadi benalu dan yang penting gotong royong. “Perlu saya sampaikan bahwa di negara-negara yang saya lihat, apakah itu Korea Selatan, Jepang maupun China, mereka itu hebat bukan karena mereka pintar, tetapi karena memiliki semangat rasa persaudaraan,” terangnya.

Aries menegaskan apabila 20 desa disini warganya bersatu merasa bersaudara dan menjadi satu kecamatan. Selanjutnya 330 desa dan kelurahan tanpa memandang etnis dan agama, maka diyakini harusnya 5 tahun sudah bisa.

“Korea bisa berubah karena gerak cepatnya, tetapi SDM yang dimiliki tidak seperti disini. Korea butuh waktu 8 tahun dan Jepang butuh 15 tahun. Harusnya Kabupaten Probolinggo butuh 5 tahun, tetapi ternyata Ibu Bupati, Pak Sekda, Pak Sidik dan Pak Tutug mintanya 2 tahun. Jadinya harus ada gerak cepat. Siapa yang bisa merealisasikan dalam 2 tahun, maka tentunya hebat. Kalau tadi presentasi, maka dua tahun ini adalah prestasi,” tegasnya.

Sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono mengaku sangat bersyukur karena workshop pengembangan desa emas bagi patriot desa Kabupaten Probolinggo selama tiga hari bisa berjalan dengan baik

“Alhamdulillah saya pantau setiap saat dan setiap hari seluruhnya sangat semangat karena sama-sama ingin membangun desa, membangun kecamatan dan membangun Kabupaten Probolinggo. Mudah-mudahan kita senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan sehingga apa yang menjadi keinginan kita bersama bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Sekda Soeparwiyono mengharapkan kepada patriot desa yang tadi sudah terbentuk komite pembangunan desa untuk segera dimusyawarahkan dengan semua unsur baik BPD, tokoh agama dan tokoh pemuda bertekad akan membangun desa, sehingga akan terbentuk keputusan kepala desa. Dengan harapan ini memudahkan patriot desa untuk melangkah ke depan.

“Saya yakin potensi di daerah kita Kabupaten Probolinggo tidak akan kalah dengan potensi-potensi yang ada di daerah lain. Terlebih Yayasan Gerakan Desa Emas sangat terkesan dan ingin mengawal daerah kita menjadi daerah wisata, karena banyaknya potensi-potensi wisata,” jelasnya.

Menurut Sekda Soeparwiyono, Pembina Yayasan Gerakan Desa Emas sangat kagum dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu, semangat yang ada ini jangan sampai terputus

“Setelah kegiatan workshop ini tidak berhenti disini, karena nanti masih akan ada pelatihan. Oleh karena itu tetap semangat untuk melangkah ke depan. Insya Allah, Januari nanti akan mengawali pelatihan selama 14 hari. Pelatihan ini harus diikuti oleh semua patriot desa dan tidak boleh terputus,” tegasnya.

Sekda Soeparwiyono menegaskan bahwa patriot desa harus sanggup untuk terus semangat agar desanya tidak kalah dengan daerah yang lain. Kalau betul-betul semangat ingin membangun desa dengan tulus dan ikhlas, maka semuanya akan tercapai sesuai dengan harapan bersama. Oleh karena itu, lakukan dengan ketulusan dan keikhlasan untuk kepentingan desa dan masyarakat.

“Sekali lagi kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada para patriot desa. Khususnya kepada Kepala OPD dan Camat yang sudah membuat komitmen pada penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Gerakan Desa Emas. Pesan dari Ibu Bupati, agar Kepala OPD dan Camat untuk betul-betul mengawal secara maksimal untuk membangun dan memajukan desa di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal